Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

UANG dan KERAMBA

Provinsi Kepulauan Riau adalah provinsi yang mayoritas geografisnya adalah lautan. Semoga dengan dua artikel/tulisan dibawah ini dapat membuka minat dan sedikit wawasan kita mengenai usaha keramba.

Beternak Ikan Laut Dengan Keramba Jaring Apung, Memanfaatkan Luasnya Lautan Indonesia

———————————————————————————————

Luasan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbentang dari sabang sampai Merauke, dua per tiga wilayah tersebut berupa wilayah laut. Dengan 17 ribu pulau besar dan kecil, dan baru 4000 pulau yang sudah mempunyai nama dan didaftarkan di Perserikatan Bangsa-Bangsa, begitu banyaknya jumlah pulau sehingga bangsa kita sendiri belum tentu mampu meng indentifikasi kannya, sehingga serupa kasus-kasus pulau Sipadan, Ambalat dan sebagainya menjadi suatu hal yang mungkin terjadi dimasa mendatang.

Dari beragamnya pulau dan kepulauan tersebut, satu hal yang memungkinkan bahwa di area tersebut pasti bisa ditempati oleh suatu usaha nasional yang dikelola oleh anak bangsa menjadi usaha budidaya ikan laut dalam keramba apung. Jenis-jenis ikan yang bisa dibudidayakan dalam Keramba Jaring Apung ini dipilih jenis-jenis ikan yang biasa tumbuh dilaut dalam, sehingga jerih payah investasi, tenaga dan sebagainya sebanding dengan hasil yang diperoleh. Ikan jenis Kerapu Macan, Kerapu Tikus dsb banyak dipilih untuk dibudidayakan dengan sistim KJA ini.

Beberapa syarat pemilihan lokasi yang harus dipenuhi untuk menempatkan KJA ini adalah:

1. Lokasi penempatan diusahakan mempunyai kedalaman cukup, namun terlindung dari penyebab bencana dan kemungkinan-2 penyebab gagal panen, baik karena faktor alam maupun faktor manusia.

2. lokasi KJA tidak berada di daerah lalu lintas kapal, di muara sungai yang memungkinkan terjadi banjir dari sungai.

3. Perbedaan spesifikasi parameter air laut tidak terlalu ekstrim, suhu, cuaca, kadar garam.

4. Berada diwilayah yang secara keamanan dan kelancaran suply bahan terjangkau.

Seandainya syarat-2 lokasi diatas sudah terpenuhi, langkah berikutnya adalah merangkai Keramba yang akan di pancangkan di laut, yang diikat dengan jangkar-jangkar dasar laut.

Kegiatan paralel dengan dengan persiapan KJA adalah memesan/mempersiapkan bibit ikan yang akan ditabur. Persiapan yang matang dan “matching” akan menentukan saat budidaya yang tepat waktu.
Persiapan dan Pemilihan bibit, pemilihan bibit yang sehat, berkualitas akan menentukan hasil panen yg akan didapat, secara periodik, dilakukan grading, penggolongan ikan berdasarkan besar dan kecil spesies, karena sudah menjadi sifat dasar dari hewan ini untuk selalu memangsa hewan yang berukuran lebih kecil.

Pemberian pakan, bedanya ikan liar yang tumbuh dilaut bebas dengan ikan yang dibudidayakan adalah, ikan yang dibudidayakan lebih cepat tumbuh besar, karena faktor pertumbuhannya bisa kita kendalikan, diantaranya adalah dengan memberi makan. pakan yang diberikan biasanya berupa rucah, ikan yang tidak laku dijual dipasar, ikan busuk.

Ikan kerapu macan, mempunyai umur budidaya sekitar 8 – 9 bulan. Kerapu tikus, lebih singkat, sekitar 6 – 7 bulan sudah bisa dipanen.

Sebagai gambaran hasil budidaya yang diperoleh, bibit ikan kerapu Tikus/Macan ukuran 100 gram dalam kurun waktu budidaya mampu tumbuh dan berbobot menjadi 300 – 400 gram. Seandainya 1 kg bibit seharga Rp.50.000 berisi 10 ekor, kemudian dibudidayakan, menjadi Rp. 100 ribu – 150.ribu per kilogram berisi 3 ekor. Maka dalam masa budidaya tersebut diperoleh peningkatan harga Rp. 5000 / per ekor menjado Rp. 30.000 per ekor.

Berapa hasil yang diperoleh saat panen bergantung pada jumlah bibit yang dimasukkan kedalam KJA.
Tentang pasar/ pemasaran, nelayan tidak perlu khawatir, karena jenis ikan ini sangat disukai dagingnya, pembeli akan dengan sukarela menjadwal dan mengambil hasil panen langsung ke keramba-keramba ditengah laut atau setia menunggu ditepi pantai, takut tidak kebagian ikan.

Nah, dari luasan wilayah perairan dari suatu negara kepulauan, usaha ini sangat layak dikembangkan oleh masyarakat nelayan kita, terutama di pulau-pulau yang tidak berpenghuni, sehingga keberadaan pulau-2 tersebut otomatis terjaga dan terawasi.
Sumber: www.kulinet.com


BUDIDAYA IKAN DENGAN KERAMBA

————————————————–

Budidaya ikan adalah salah satu usaha pemeliharaan ikan dengan menggunakan perairan umum sebagai tempat pemeliharaan. Ada beberapa cara tehnik membudidayakan ikan salah satunya budidaya ikan dalam keramba. Sejarahnya berawal dari seorang pedagang ikan di daerah Jawa Barat yang menampung ikan dagangannya yang masih hidup dan belum laku di keramba dekat rumah. Ikan tersebut dapat bertahan hidup dan bertambah besar, sehingga timbul ide membudidayakan ikan dalam keramba. Budidaya ikan dalam keramba ini sangat efektif jika tempat tinggal kita dekat dengan sungai, danau atau daerah rawa. Karena salah satu syarat budidaya ikan dalam keramba adalah tempat meletakkan keramba itu sendiri yakni sungai, danau, atau rawa. Jika ditekuni sungguh-sungguh budidaya ikan keramba sangat menguntungkan mengingat air sebagai media budidaya diperoleh secara gratis dan tak perlu repot mengganti air kotor. Hal ini akan meningkatkan perbaikan gizi keluarga dan menambah penghasilan jika hasilnya dijual ke pasar.. Jenis ikan yang dibudidayakan hampir semua jenis ikan air tawar seperti mujair (kalui), sepat siam, toman (tauman), betok (papuyu), nila, patin, ikan mas dan lain-lain. Biasanya jenis ikan yang dibudidayakan merupakan jenis yang banyak laku dipasaran. Sehingga ikan hasil budidaya dapat segera terjual, sehingga perputaran modal dan untung dapat segera diraih. Keramba dapat dibuat dalam dua bentuk yaitu ; bentuk empat persegi seperti bentuk peti kayu terbuat dari bambu dengan rangka papan balokan. Dan, bentuk bundar panjang seperti bubu penangkap ikan terbuat dari bilah bambu. Ukuran keramba disesuaikan dengan kebutuhan budidaya ikan. Setelah keramba dibuat, kemudian keramba diletakkan dalam sungai, danau atau rawa. Pada perairan sempit dan tidak dalam, keramba dapat diletakkan terendam sekira ± 20 – 30 cm di bawah permukaan air. Dengan posisi keramba, dua sisi melintang arus dan satu sisi sejajar arus sungai. Pada perairan yang luas dan dalam keramba dipasang terendam sebagian sehingga sisa yang terapung tinggal ± 10 cm. Dengan posisi pemasangan, dua sisi melintang dan empat sisi memanjang. Agar keramba ikan dapat terapung, pemasangan harus dipadukan dengan benda yang dapat mengapung seperti drum kosong, batang kayu dan lain-lain. Setelah pemasangan keramba kemudian penaburan benih ikan yang siap di kerambakan. Ini dapat dibeli dan ditanyakan pada penjual bibit ikan atau bisa juga konsultasi dan beli pada Balai Benih Ikan terdekat. Setelah penaburan bibit ikan maka langkah selanjutnya tinggal pemeliharaan ikan dengan memberi pakan ikan setiap hari berupa dedak halus, bama dan lain-lain. Sebenarnya ikan juga dapat makanan sampingan dari air tempat keramba direndam sehingga ikan dapat lekas besar. Panen biasa dilakukan setelah umur ikan mencapai 3 – 4 bulan. Dan hasilnya dapat di konsumsi sendiri bersama keluarga, atau di jual ke pasar dan rumah makan. Namun biasanya para pembeli terutama para pedagang ikan datang sendiri ke tempat kita, sehingga tak perlu repot lagi menjual ke pasar.
Sumber: www.hulusungaitengahkab.go.id

About these ads

Filed under: Berita, Tips, , , , , , , , ,

2 Responses

  1. budak betuah says:

    tenkyu sudah memberi alternatif usaha buat saya.

  2. gandi setiawan says:

    Ass, wrwr.
    Pak Edward, saya warga Batam asal Sumatera, berniat terjun ke usaha keramba jaring apung khusus budidaya ikan kerapu. mohon arahannya tempat yang masih potensial di Kepri dan bagaimana cara saya mendapatkan izin penggunaan lokasinya. terima kasih atas penjelasannya

    wassalam/Gandi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: