
Drs H Edward Mushalli
Drs. H. Edward Mushalli dilahirkan di Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan, 17 September 1952. Ia dilahirkan dalam sebuah keluarga sederhana, ayahnya bernama Mushalli (Alm) dan Ibunya Maimunah (alm). Ayahnya seorang Petani cengkih di Pulau Tambelan. Masa kecilnya dihabiskan di Pulau Tambelan diantara ombak laut cina selatan dan pekik pukau nelayan Tambelan. Ia terbiasa dengan aroma laut.
Setelah menyelesaikan SD dan SMP di Tambelan pada tahun 1969, ia merantau ke Tanjungpinang melanjutkan pendidikan SLTA. Di Tanjungpinang, ia tinggal di Jalan Mawar menumpang di rumah keluarga bibinya, adik dari ibunya. Ia menyelesaikan pendidikan SLTA pada Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Negeri Tanjungpinang pada tahun 1972.
Tahun 1978 Ia menyelesaikan pendidikan di APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri) Pekanbaru. Tugas pertamanya di Kantor Camat Serasan, Kabupaten Kepulauan Riau, sebagai Kepala Seksi Pemerintahan (1979). Ditahun yang sama, Edward menikahi Wan Fazillah, putri dari pasangan Wan Mohammad Zain Abdullah (Kepala Kantor Camat Serasan) dan Wan Dara.
Dua tahun kemudian Edward menjabat Kepala Kantor Camat Serasan, menggantikan posisi mertuanya. Tahun 1983, Edward Mushalli ditunjuk menjabat Camat Bunguran Barat di Pulau Natuna. Ia menjabat Camat Bunguran Barat selama 3 tahun, kemudian mengikuti tugas belajar dari Kabupaten Kepulauan Riau untuk menyelesaikan studi Komunikasi di Universitas Sumatra Utara(USU) Medan.
Tahun 1988, setelah menyelesaikan studi sebagai Sarjana Komunikasi (dengan titel Drs) Ia ditunjuk menjadi Camat Bunguran Timur. Selama lima tahun Edward Mushalli bertugas di Ranai, ibu kota kecamatan Bunguran Timur.
Cukup lama bertugas di pulau-pulau terpencil (pada saat itu) dari tahun 1979 hingga 1993, Edward Mushalli pindah ke Tanjungpinang. Sebagai abdi negara, sebuah keharusan dan tangungjawab untuk di tempatkan di mana saja. Di Tanjungpinang, jabatan pertamanya Sekertaris Kota pada Kantor Walikota Adminstratif Tanjungpinang. Cukup lama bertugas di Kantor Walikota Administratif Tanjungpinang, tahun 2000 Edward ditunjuk menjadi Assisten Administrasi pada pemerintah Kabupaten Kepulauan Riau, kemudian ditugaskan sebagai Kepala Badan Pengawas Daerah dan puncak karirnya sebagai PNS, Edward dipercaya menempati posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Riau.
Edward melalui perjalanan karir sebagai PNS yang sangat panjang. Dari Pemkab Kepri (sekarang Bintan), Edward pindah ke Pemko Tanjungpinang. Ia berniat membangun kembali kota tempat Ia dibesarkan dan pernah mengabdi sebagai Sekretaris Kota Administratif (7 tahun). Tahun 2004 jabatan pertama pada Pemko Tanjungpinang adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kemudian ditugaskan menjabat menduduki posisi Kepala Dinas Pendidikan (2005 – 2007).
Sebagai Kepala Keluarga, Edward Mushalli memiliki empat orang putra dan seorang cucu perempuan. Putra pertama dan keduanya telah berkeluarga, sedangkan anak ketiga dan keempatnya masih lajang. Sang Isteri setia menemani, begitu juga buah hatinya. Anak-anaknya lahir dan menemaninya berpindah-pindah pulau. Putra pertama dan kedua lahir di Tambelan dan Serasan. Sedangkan putra ketiga dan keempatnya lahir di Ranai (Natuna) dan Tanjungpinang. Edward Mushalli mencintai keluarganya.
Kini Edward adalah Wakil Walikota Tanjungpinang, mendampingi Hj Suryatati A Manan, sebagai Walikotanya. Pada masa kecil, Ia tidak pernah bercita-cita seperti ini, Ia hanya seorang anak petani cengkih. Karena kesederhanaan dan loyalitasnya, Ia dipercaya untuk bersama-sama masyarakat Tanjungpinang membangun kota tercintai ini.











Kesan saya pak edward tak banyak bicara. Bukan tipe orang berhahahihi ria. Pernah sama2 ngantri didokter tp beliau ikut antrian smpe lama, tanpa menggunakan jabatannya utk lebih diprioritaskan drpada pasien lain.salut juga sih.
Semoga terus amanah. Jangan sampai ngikut gaya politisi-politisi lokal yang merasa dirinya adalah sumber kebenaran..lebih2 kalau ada maunya.. lebih ok lg kalau berwawasan nasional.. Smoga pinang qt maju terus.amin
Assalamu’alaikum
Angin bertiup kencang mengikut kepade jabatan dan hati penguase.Jika tak sigap hawe napsu akan menggugah jiwe. Semoge Bapak Terus amanah dan istiqomah dalam mengawal angin perubahan di negeri Gurindam.
Perjalanan hidup anak kampung. Saya juga. God Bless You
NASEP ORANG MELAYU
Di bumi Melayu ramai pendatang
Berebut rezeji berganti peluang
Karena Melayu ilmunga kurang
Di rumah sendiri hidup mengerang
Setip hari pendatang bertambah
Penuh halaman sesak lah rumah
Hutan di tebang berukar dirambah
Melayu tersingkir kehilangan tanah
Karena pendatang akalnya panjang
Hutan belukar dijadikan ladang
Melayu bedal fana memandang
Harta menyusut kekayan hilang
Walau Melayu bertanah luas
Tetapi terlantar karena malas
Dimanfaat kan orang awakpun cemas
Lambat laun semuanya lepas
Melayu berpangkat lain lakunya
Berebut peluang untuk saudaranya
Bodoh dan bebal tiada di kiranya
Sehinga yang lain jadi terniaya
Sebagian melayu sudah berpangkat
Kampung halaman ia tak ingat
Hidup memencil menjauhi umat
Takut berbagi harta yang dapat
Karena banyak orang pendatang
Budaya melayu bertambah goyang
Ditindih oleh budaya orang
Masuk merayap sampai ke tulang
Sejak dahulu melayu terbuka
Pendatang disambut bemanis muka
Tanah di ambil dibiarkan saja
Akhirnya hidup maskin dan papa
Orang melayu malu bertengkar
Tak mau pula bertindak kasar
Harta di ambil selalu di biar
Akhirnya hidup menangung lapar
Orang melayu hatinya lembut
Berbuat jahat kebanyakan takut
Berebut harta diangap tak patut
Akhirnya hidup memakan lumut
Demikin sudah nasip Melayu
Batangnya besar puncaknya layu
Orang kenyang awak pun lesu
Hidup merana sepanjang waktu