Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Warga Kritik Pembangunan Lapangan Futsal

 

Puluhan Warga di Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang, mendatangi kantor Kelurahan, Kamis (12/1) kemarin. Mereka mengeluhkan dampak dari pembangunan baru Gedung Olaharaga (GOR) Badminton dan Futsal di tengah lokasi masyarakat. 
Menurut warga, pembangunan tersebut sudah mengganggu kenyamanan, dimana dalam pelaksanaannya tanpa ada koordinasi sedikitpun dengan warga setempat. 
“Saat ini pembangunan GOR tersebut berdampak buruk terhadap warga yang tinggal di lokasi itu. Contoh yang terburuk seperti   apabila air pasang maka genangan air akan masuk ke rumah warga. Hal lainnya banyak warga mengeluh kan atap rumahnya yang bocor imbas dari pembangunan GOR dan Futsal Cahaya Pinang tersebut,” ujar Ikhsan salah satu warga Kelurahan RT4 RW IV yang menyampaikan keluhannya dengan lurah Tanjungpinang Timur Amalia Susanti, Kamis (12/2).
Ikhsan dan sejumlah warga lainnya menuding bahwa pembangunan GOR dan Futsal Cahaya Pinang di tengah lokasi pemukiman warga tepatnya di belakang kantor Lurah Tanjungpinang Timur itu tidak memiliki izin gangguan atau lebih dikenal dengan sebutan H.O. Mereka juga mendesak Lurah bersedia menunjukan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 
Namun sayang dengan berbagai dalih, Lurah tidak dapat menunjukan kepada warga sehingga sedikit memicu keresahan warga.
Di tengah rapat berlangsung, Wakil Walikota Tanjungpinang Edward Murshalli, yang kebetulan datang ke kantor kelurahan tersebut dalam melakukan tinjauan rutin hanya memberi pengarahan bahwa segala persoalan harus diselesaikan secara yuridis dan manusiawi. Dan perlu pendekatan yang tepat.
Namun sayang himbauan Edward di hadapan puluhan warga juga dinilai belum memberi pencerahan dalam penyelesaian masalah yang menjadi keluhan masyarakat terkait pembangunan GOR dan Futsal di tengah lokasi pemukiman penduduk.
Bersamaan dengan itu Amalia Susanti berusaha menenangkan emosi warga. Dia mengakui bahwa dalam pembangunan GOR tersebut, mekanismenya boleh dibangun dahulu baru mendapatkan IMB. 
“Namun yang menjadi persoalan adalah masalah dampak lingkungan, bukan masalah izin. Dan konteks kita di situ saat ini. Untuk izin nanti saya foto copy dan dibagikan kepada warga untuk diketahui,” ujar Amalia.
Keterangan Amelia saat itu juga dianggap belum memberi pencerahan terhadap warga. Bahkan salah seorang warga yang sedikit emosi langsung menyampaikan kritikan terhadap kinerja Lurah Tanjungpinang Timur yang dinilai berpihak kepada pengusaha pembangunan GOR ketimbang warganya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan pemakaian lahan parkir kantor lurah dengan pertimbangan yang tidak jelas.
“Ini ada apa? saat warga mengajukan permohonan untuk mendapatkan air bersih yang ditampung langsung dari hutan lindung pengajuannya tersendat di kantor lurah. Tetapi saat pengusaha GOR meminjam lahan 
untuk parkir, lurah seperti dengan senang hati memberikan fasilitas tersebut,” tanya beberapa warga keheranan. 
Terpisah, anggota DPRD Kota Tanjungpinang, M. Arif berpendapat, pembangunan gedung tersebut apabila melihat dari proses perizinannya sudah menyalahi aturan, dan ini harus ditindak. 
“Apabila benar izin dikeluarkan sesudah gedung dibangun, artinya itu tidak benar dan ini harus segera diselesaikan secara bijak agar tidak ada yang dirugikan,” ujar M Arif singkat.

|Sijori Mandiri, 13 Februari 2009

Filed under: Berita, , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: