Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Jangan Hambat Pinang Rebut Adipura

Ketua Panwaslu Tanjungpinang Ridarman Bay mengimbau pimpinan partai politik (parpol) dan caleg tetap mengikuti aturan pemasangan alat peraga kampanye. Secara khusus ia meminta atribut yang dipasang hendaknya memperhatikan estetika.

“Yang kami harapkan adalah kesadaran parpol tersebut untuk tidak memasang di tempat yang memang dilarang. Jadi, saling sama-sama mendukunglah,” pinta dia, Rabu (11/3). 

Sebelumnya, KPU, Pemko dan Panwaslu telah membuat kesepakatan pemasangan atribut hanya diperkenankan di delapan titik kota. “Ada beberapa tempat yang tidak diperbolehkan dipasang di antaranya jalan protokol, rumah ibadah, sekolah, pemakaman umum, pasar, serta lokasi obyek wisata,” papar Ridarman.

Dia mengaku sejauh ini mengalami kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap atribut parpol yang di pasang di tempat terlarang. Kendati demikian, pihaknya akan memantau pemasangan atribut lewat laporan masyarakat. 

Ridarman juga akan segera melakukan penertiban atribut sebelum kampanye terbuka dilakukan. “Rencananya, besok (hari ini) kami akan melakukan penertiban. 

Untuk itu, kami akan bekoordinasi dengan aparat terkait, seperti polisi, Satpol PP maupun Dinas Kebersihan dan Pertamanan,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Edward Mushalli, mengharapkan pemasangan atribut parpol tidak merusak pemandangan kota. Termasuk menghambat upaya Tanjungpinang meraih piala Adipura.

“Bagaimanapun kami berharap dapat merebut Adipura kembali. Jadi pemasangan atribut partai dapat dilakukan pada tempat-tempat yang sudah ditentukan,” harapnya. 

Kemarin, puluhan personil Satpol PP menyisir sejumlah titik untuk membongkar ratusan atribut kampanye yang dipasang pada tempat yang dilarang. Lokasi yang di sekolah, taman kota, pohon, traffic ligh, dan kantor pemerintahan.

Penertiban dipimpin langsung Kepala Satpol PP Tangjungpinang, Agusetiawan. Ia mengaku setiap dibersihkan, besoknya masih ada saja atribut yang kembali dipasang pada tempat yang sudah dilarang tersebut. ‘’Tugas kami hanya melakukan penertiban atribut yang tidak pada tempatnya, bagi partai politik yang ingin mengambil baliho yang merasa ikut ditertibkan karena tidak pada tempatnya silakan datang ke kantor Satpol PP,’’ tutup dia.(eik/gas) 

|Tribun Batam, 14 Maret 2009

Filed under: Berita, , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: