Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Jumlah Korban Tersambar Petir Menjadi 50 Orang

Edward: Semua Biaya ditanggung Pemko Tanjungpinang

Sebanyak 25 dari 50 korban terkena sambaran petir di kawasan lapangan sepak bola di Sebauk, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Sabtu sore (21/3) sekitar pukul 17.30 WIB, Minggu (22/3) masih dirawat di dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang. Dalam peristiwa naas itu telah merenggut nyawa seorang pelajar, Supanti (15). Sebagian korban tersebut diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit lantaran kondisinya sudah kembali pulih. Sedangkan sisanya sebanyak 21 dari 36 orang masih dirawat di RSUD dan 4 dari 9 orang masih dirawat di RSAL. Sementara 5 korban yang sebelumnya dirawat di Puskemas Senggrang telah diperbolehkan pulang pada hari itu juga.   

Peristiwa tragis itu terjadi saat akan berlangsung pertandingan final memperebutkan juara I dan II sepak bola Open Cup I Sebauk antara kesebelasan Satpol PP melawan Kampung Bugis. Pertandingan tersebut dihadiri oleh Ketua PSSI Kota, Mansyur Razak, yang juga wakil Ketua II DPDR Kota.

Namun sebelum pertandingan dimulai, usai memberi pengarahan dari ketua PSSI Kota tersebut, tiba-tiba kondisi cuaca awalnya cerah, mulai berubah diselumuti awan mendung, dan disertai hujan rintik-rintik di kawasan tersebut.  

Puluhan dan bahkan ratusan warga yang menonton turnamen tersebut mulai berhamburan mencari tempat berteduh. Kondisi cuaca dan guyuran hujan yang semakin lebat disertai petir membuat wasit yang memimpin pertandingan tidak berani untuk memulai pertandingan. 

“Saat itu kita tidak berani menangung resiko bila terjadi sesuatu, makanya kami merencanakan bahwa juara I turnamen tersebut diperoleh secara bersama oleh kedua kesebelasan,” ucap Satar (39) selaku wasit lapangan.

Saran dari wasit tersebut kemudian disanggah oleh Mansyur Razak agar pertandingan tersebut ditunda keesokan harinya, Minggu (22/3). Salah satu alasannya, karena Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan ingin menyaksikan pertandingan tersebut.

“Baru saja kami melakukan perbincangan, tiba-tiba saya melihat sejumlah orang berlari menuju ke arah pondok. Di dalam pondok tersebut sudah banyak orang yang terkapar akibat sambaran petir,” papar Satar.

Salah seorang korban, Masran (31) yang ditemui di RSUD mengatakan, pada saat kejadian terebut ia bersama sejumlah orang lainnya tengah duduk dibangku warung sembari meminum kopi. Berselang berapa saat, tubuhnya langsung terpental ke lantai terkena sambaran petir.

“Ketika itu tubuh saya seperti disengat listrik dan langsung tidak sadarkan diri. Saya baru sadar setelah berada di ruangan RSUD,” ungkap warga Kampung Bugis ini. 

Hal senada disampaikan Herma Susanti (31) yang sengaja datang ke kawasan tersebut bersama keluarganya yang lain untuk menyaksikan, sekaligus mendukung salah satu kesebelasan dari Kampung Bugis yang akan bertanding. Bersamaan hal tersebut, kemudian ia mencari tempat berteduh akibat guyuran hujan.

“Tubuh saya saat itu seperti disengat listrik dan langsung tidak sadarkan diri,” imbuhnya.     

Staf ahli bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia (SDM) Pemprov Kepri, dr Eka Hanasarianto yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang menilai, rata-rata korban yang dirawat akibat terkena percikan petir dan langsung masuk ke tubuhnya.

“Mereka yang tekena percikan tersebut seperti orang yang terkena sengatan listrik berkekuatan tinggi dan langsung mengena jantung. Namun bila langsung terkena, tubuh bisa hangus dan orang bisa langsung meninggal,” jelasnya. 

Disinggung mengenai kondisi korban yang sudah pulih dan diperbolehkan pulang, Eka menerangkan bahwa kondisi korban saat kejadian tersebut tidak terlalu parah, dan hanya mengalami shok akibat gangguan pada saluran jantung, namun hal tersebut bisa kembali pulih.  

Pemprov Berikan Bantuan

Peritiwa yang menggegerkan warga Tanjungpinang tersebut sempat menarik sejumlah unsur muspida, tidak terkecuali Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah bersama Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan menyempatkan diri datang melihat sejumlah korban yang tengah terbaring di rumah sakit. 

Kedatangan Ismeth bersama rombongan saat itu juga untuk memberi bantuan kepada korban berupa sejumlah peralatan kesehatan, peralatan mandi serta kain selimut. Bantuan tersebut diperoleh dari Dinas Sosial Pemprov Kepri.

Dalam kesempatan tersebut Ismeth sempat berkomunikasi dengan korban, agar tabah dalam menghadapi musibah, serta tidak lupa perbanyak berdoa untuk kesembuhan.

“Jangan lupa, perbanyak do’a agar cepat sembuh ya,” tutur Ismeth di dampingi Walikota.     

Wakil Walikota Tanjungpinang, Edward Mushalli yang datang ke rumah sakit sebelumnya menyatkan bahwa semua biaya perawatan, termasuk biaya transportasi korban dari lokasi kejadian menuju rumah sakit ditanggung oleh pihak Pemko Tanjungpinang.

Sementara Kapolresta Tanjungpinang AKBP Yusri Yunus menilai bahwa peristiwa tersebut tidak ada unsur tindak pidananya, termasuk dari pihak panitia pelaksana. 

“Hal ini merupakan suatu bentuk musibah dari bencana alam, dan tidak ada unsur kelalaian dari pihak panitia maupun dari pihak mana pun,” tegasnya.(sm/fl)

sumber: Sijori Mandiri, 23 Maret 2009

Filed under: Berita, Pernyataan, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: