Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Tak Bisa Dibina, Berhentikan!

Edward Sampaikan Uneg-uneg soal Displin Pegawai

Setelah lebih dari setahun memantau disiplin pegawai, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Edward Mushalli mengaku geram dengan didiplin para pegawai. Ia menunjukkan kekesalannya dalam rapat koordinasi tim penegakan displin pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tanjunginang.

“Saya memang ditugaskan oleh Wali Kota untuk memantau displin pegawai. Makanya sejak setahun yang lalu saya berkeliling ke dinas-dinas, kantor camat, dan SKPD lainnya,” ujar Edward saat membuka rapat di aula kantor Wali Kota, Sabtu (4/4). Berdasarkan hasil pantauannya, Edward menyimpulkan disiplin pegawai sangat rendah dan perlu diperbaiki, “Baik itu soal kedatangan, tertib administrasi dan sebagainya,” tegasnya.

Menurut Edward, soal disiplin pegawai itu sebenarnya sudah diatur dalam PP nomor 30 tahun 1980. Namun banyak pegawai yang tidak memperhatikannya. Sehingga tidak heran bila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat skor terburuk untuk kota ini.  “Penilaian dari KPK bahwa pelayanan kita buruk, kan malu kita itu,” ujar Edward lagi.

Untuk memotivasi kinerja pegawai, Edward akan menerapkan sanksi dan penghargaan. “Saya kira reward and punishment itu perlu kita adakan. Mungkin diberikan pada momen tertentu seperti ulang tahun kota, atau setiap 17 Agustus,” jelasnya.

Dalam rapat itu, Edward mengharapkan kepada kepala SKPD agar senantiasa mengontrol anak buahnya.

“Lakukan pembinaan kepada pegawai yang degil-degil itu. Kalau tak bisa dibina, diberhentikan saja. Masih banyak orang yang mau jadi pegawai kok,” tegasnya.

Edward juga mengharapkan adanya kerjasama dengan satpol PP untuk memantau pegawai yang suka nongkrong di kedai-kedai kopi pada saat jam kerja. “Jika ditemukan silakan catat namanya dan kemudian laporkan ke atasannya,” ungkap Edward.

Dalam dialog tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Ahadi menanyakan soal sanksi pemotongan uang transportasi guru yang tidak hadir. “Contohnya begini Pak, kalau dia sakit bagaimana? Terus, kalau tugas belajar atau guru yang pergi perjalanan dinas apakah dipotong juga?” jelasnya.

Mengenai pemotongan uang transportasi itu Edward mengusulkan kepada BKD agar merevisi kembali aturannya sehingga lebih jelas. “Termasuk uang yang dipotong itu harus dikembalikan lagi ke kas daerah,” ujarnya.

Sementara itu Tengku Dahlan, Kepala Badan Kepegawaian mengatakan telah mengusulkan kepada wali kota agar pegawai pemko yang perempuan mengenakan baju kurung yang warnanya seragam. “Termasuk jilbabnya juga seragam. Begitu juga dengan baju olahraga, dan peci untuk laki-laki, kita usulkan juga seragam,” ungkapnya.

Soal usulan warna baju kurung dan baju olahraga seragam, Edward sangat menyambut baik. Dengan demikian, jika ada moment tertentu seperti olahraga, bisa nampak berapa pegawai yang hadir. “Biasanya saat olahraga atau gotong royong banyak pegawai ini yang malas-malas,” canda Edward. (ars) 

|Tribun Batam, 6 April 2009

Filed under: Berita, , , , , , , , , , , ,

3 Responses

  1. Arya says:

    Gitu kan mantap.. Teruskan kinerja positif pemko pinang. Kontrol terus pns-pnsnya Bu! Pak!

  2. Bu Aya says:

    Naah, cocok buat pns – pns yang males tuh.. Kaciaan de lo😦

  3. Gamalama says:

    Mantapp! LEBIH CEPAT LEBIH BAIK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: