Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

3.448 Warga Miskin Tidak Terdata

Wakil Wali Kota Mengaku Kecewa, Pemko Data Ulang Penerima Raskin

Mengecewakan! Sekitar 3.448 rumah tangga miskin (RTM) tidak turut terdata oleh badan pusat statistik (BPS) sebagai penerima beras miskin (raskin). Pemko Tanjungpinang pun akhirnya bertekad akan menyediakan raskin melalui dana APBD untuk mereka yang tidak terdata ini.

Ungkapan kekecewaan pertama datang dari Edward Mushalli, Wakil Wali Kota Tanjungpinang. Jumlah RTM yang tidak terdata ini ditemukan di 18 kelurahan di Tanjungpinang oleh aparat pemerintahan kelurahan setempat.

Akibat tidak terdata, RTM tadi tidak berhak mendapatkan bantuan beras Rp 15 kilogram per bulan dari pemerintah, yang disediakan badan urusan logistik (Bulog).

“Saya kecewa karena berdasarkan temuan dari kelurahan, tercatat ada sekitar 3.448 keluarga yang termasuk dalam kategori miskin, tetapi tidak terdata,” ujar Edward usai memimpin rapat tentang raskin, Senin (6/4).
Sebelumnya BPS Tanjungpinang mendata hanya sekitar 5869 RTM yang berhak menerima raskin. 

Data tersebut berdasarkan 18 kriteria miskin yang dilansir oleh BPS. 

Agar kekecewaan tersebut tidak berlarut-larut, Pemko akan menyempurnakan kembali data tersebut mulai 20 April hingga 31 Mei mendatang. Edward mengatakan, Pemko sangat bergantung kepada RT, RW, Kelurahan, dan Kecamatan untuk benar-benar mendata jumlah RTM ini.

Selain akan menggunakan 18 kriteria miskin dari BPS tersebut, Pemko juga akan menggunakan satu indikator lainnya. “Ada satu indikator lain, yaitu pakai hati,” tegas Edward. 

Pasalnya RT dan RW setempat adalah aparat yang paling tahu warganya termasuk miskin atau tidak. Pemko sempat pula protes dengan indikator yang mencatat sebuah keluarga harus tidak memiliki sepeda motor agar masuk kategori miskin. Padahal berbeda dengan kota lain khususnya di Jawa, di Tanjungpinang rata-rata sepeda motor digunakan untuk mencari nafkah, seperti juga sampan.

Jika sudah mendapatkan data yang pasti, Pemko akan mengusahakan RTM tersebut masuk dalam daftar penerima raskin dari APBN. Namun jika tidak bisa, maka Pemko akan mengusahakan dana dari APBD seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun lalu tercatat penerima Raskin dari APBN sebanyak 6.376 RTM dan 2.737 RTM dari APBN. Selain itu, Pemko juga sedang merencanakan mengantar langsung raskin ke masing-masing RTM.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Wali Kota Suryatati A Manan, beberapa waktu lalu sepulang menerima Raskin Award. Tatik terinspirasi dari cara pemberian raskin oleh Pemko Dumai.

Pertimbangannya, dengan memberikan langsung ke rumah, RTM tak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos transportasi. “Bayangkan kalau sekali naik ojek bayar Rp 5 ribu, pulang pergi Rp 10 ribu,” ujar Tatik.

Sebelumnya setiap RTM mengambil beras 15 kilogram per bulan di kantor lurah. Beras tersebut didistribusikan oleh Bulog dengan bantuan petugas kelurahan.(opi)

|Tribun Batam, 7 April 2009

Filed under: Berita, , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: