Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Tatik Terkenang Saat Bersama Suami

Peluncuran Buku Perempuan Walikota

Bait puisi berjudul Hajat Terkabul dibacakan Suryatati saat peluncuran buku puisinya Perempuan Wali Kota, di Gedung Aisyah Sulaiman, Rabu (15/4) malam. Dengan mata yang berkaca-kaca Suryatati melanjutkan pembacaanya. Ratusan hadirin terdiam seakan larut dalam untaian kata yang disampaikan Suryatati.

Malam itu, merupakan momen yang spesial bagi wanita yang menjabat sebagai Wali Kota Tanjungpinang itu. Peluncuran buku puisinya yang kedua itu, hanya selisih satu hari dengan ulang tahunnya yang ke-56, 14 April lalu.

Terlebih lagi, banyak pejabat yang hadir, mulai dari Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, Wakil Gubernur HM Sani, Kajati Kepri M Yusuf, Danlantamal IV, Laksma Sri Darojatim, dan unsur muspida lainnya, turut membacakan puisi.

“Saya sangat terharu. Gedung ini penuh bahkan sampai keluar. Dan mereka tidak beranjak hingga acara berakhir,” ujar Tatik.

Pada malam itu, Tatik membacakan sembilan puisinya. Saat membacakan Hajat Terkabul, Tatik langsung terkenang dengan almarhum suaminya. ”Kenangan masa lalu dengan almarhum suami saya kembali terbayang,” ujar Tatik dengan lirih.

Meski demikian Tatik merasa bangga karena banyak pejabat yang membacakan puisi-puisinya.

“Terutama saat meminta Pak Ismeth untuk membaca puisi. Awalnya saya ragu, mau tak ya? Pak Ismeth membaca puisi? Eh ternyata Pak Ismeth mau,” ungkapnya senang.

Peluncuran buku puisi Suryatati, seakan menjadi ajang bagi para pejabat di Kepri maupun Tanjungpinang menampilkan kemampuannya. Ada pejabat yang kaget karena tak siap saat dipanggil ke depan ada pula yang sudah mempersiapkan diri tapi kelihatan tetap grogi.

Gubernur Kepri Ismeth Abdullah mengakui selama hidupnya baru dua kali membaca puisi di atas panggung. “Kalau Ibu Aida udah sering, dia paling jago tuh.Nanti saya jangan diketawain ya,” ujar Ismeth sambil berseloroh.

Ismeth membacakan puisi Suryatati berjudul Republik Pura-pura. Ismeth mengaku tertarik dengan puisi tersebut karena aktual dengan situasi saat ini.

Hal yang sama juga dialami oleh Kajati Kepri, M Yusuf. “Sama dengan Pak Ismeth, saya juga baru dua kali membaca puisi. Semestinya saya hari ini sertijab di Jakarta. Saya pindah tugas ke Jakarta. Tapi demi Ibu Wali sertijabnya diundur saja,” ujarnya sambil berpamitan.

Memang, malam itu Tatik sebagai bintang. Aida Ismeth yang selama ini dikenal jago berpuisi, juga membacakan dua puisi karya Tatik. “Saya sangat menyukai puisi-puisi Ibu Tatik. Karenanya izinkan saya membacakan dua puisi saja. Jangan disuruh turun ya Pak Ismeth,” ujar Aida sambil bercanda.

Para pejabat lainnya yang tidak ketinggalan membaca puisi karya Suryatati di antaranya, Wakil Gubernur HM Sani, Danlamal IV, Laksma Sri Darojatim, Kajari Tanjungpinang, Datas Ginting Suka SH MH, dan Kaporesta Tanjungpinang, AKBP Yusri Yunus.

Sementara itu Wakil Wali Kota, Edward Mushalli, Ketua DPRD, Bobby Jayanto, Ketua Pengadilan Negeri, Agus Subroto, dan Dandim 0315 Letkol (INF) Joko Slamet membacakan puisi ciptaan masing-masing.

“Saya benar-benar merasa ditodong. Terus terang saya tidak siap. Tapi demi Ibu Tatik saya mencoba membacakan puisi yang saya ingat saja,” ujar Edwar Mushalli singkat.

Ketua DPRD, Bobby Jayanto membacakan puisinya berjudul Budak Tionghoa Melayu. Dengan diiringi alunan biola Bobby berhasil memukau ratusan penonton yang memadati Gedung Aisyah Sulaiman.

Ketua Pengadilan Negeri, Agus Subroto sengaja menciptakan puisi khusus untuk Suryatati. “Puisi ini baru tadi sore saya buat. Mudah-mudahan Ibu Wali berkenan,” harapnya.

Tak mau ketinggalan, Dandim 0315, Letkol (INF) Joko Slamet, juga mempersembahkan puisinya ciptaannya berjudul Engkaulah Wanita Sejati.

Dengan gaya pembacaan puisinya yang kocak, Joko Slamet mampu membuat ratusan hadirin tertawa-tawa. ”Mohon maaf..kalau Bu Tatik meluncurkan buku saya juga mau meluncurkan buku. Tapi buku puisi saya ini khusus buat Ibu Wali saja,” ujarnya bangga.

Usai membaca puisi, Joko Slamet langsung menyerahkan puisinya kepada wali kota. Tidak hanya itu, diakhir acara Dandim 0315 itu juga menyerahkan pigura lukisan Suryatati yang di dalamnya terdapat puisi.

Selain Dandim 0315, Ketua Yayasan Tionghoa Peduli Sesama, Desmond Goh juga menyerahkan lukisan Suryatati dalam ukuran besar. acara juga dimeriahkan dengan pembacaan Gurindam 12  pembacaan puisi dan nyanyian dari murid sekolah Pelnusa. Peluncuran buku puisi diakhiri dengan acara tiup lilin dan potong tumpeng diiringi lagu selamat ulang tahun. Selamat Ulang Tahun Ibu Suryatati…teruslah berkarya.(ary sastra)

Sumber: Tribun Batam, 17 April 2009

Filed under: Berita,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: