Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Tersangka Korupsi DBH Natuna

Mantan Bupati ditetapkan Tersangka oleh KPK

natunaKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menaikkan status kasus dugaan korupsi bagi hasil minyak dan gas (migas) di Natuna, Kepulauan Riau. KPK pun telah menetapkan tersangka dalam kasus ini.

“Kemarin sudah disetujui untuk naik ke penyidikan,” kata Wakil Ketua bidang Penindakan KPK Bibit Samad Rianto saat dihubungi via SMS media ini, Jumat (22/5). Ia mengatakan penyidik pun telah dikirim ke Natuna untuk mengusut kasus itu lebih lanjut.

Ditambahkan juru bicara KPK Johan Budi, tersangka dalam kasus itu adalah mantan Bupati Natuna. “Hamid Rizal,” kata dia. Saat disinggung apakah Daeng Rusnadi juga menjadi target tersangka KPK, lebih lanjut Johan enggan menjawab pertanyaan ini dan tak mau mengatakan selain nama dari Hamid Rizal. Dia mengatakan, “Kita tunggu kelanjutannya”.

Pada 14 Maret 2009, penyidik KPK memeriksa Bupati Natuna, Daeng Rusnadi. Dalam pemeriksaan dugaan penyelewengan APBD Kabupaten Natuna tahun 2004 itu, juga dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Kabupaten Natuna tahun 2004.

Pengelolaan APBD dan DBH Migas itu diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 60 miliar. Namun, uang yang diduga tidak jelas penggunaannya berjumlah Rp 46 miliar.

Di tempat terpisah Komda Natuna, Lembaga Misi Reclasering Republic Indonesia (LMR-RI), Ir Dwitra Gunawan, mengatakan, “Kami memberi apresiasi yang positif kepada pihak Penegak Hukum KPK karena telah menetapkan kasus Dugaan Dana bagi Hasil Migas Kab Natuna tahun 2004, walaupun  berapa bulan lalu masyarakat Natuna banyak bertanya hasil dari pemeriksaan sejumlah pejabat Natuna oleh KPK terkesan ada upaya diendapkan kasus tersebut.

Ini merupakan sock terapi ke pejabat yang nakal di Natuna dan oknum pejabat di Natuna jera melakukan penyelewengan Dana Negara lagi karena mantan orang nomor satu di Natuna sudah ditetapkan ke tingkat tersangka.

Dwitra berharap agar kasus-kasus yang belum terungkap di Natuna ini segera diselesaikan secara hukum yang berlaku di Indonesia ini.   Dwitra menambahkan seperti salah satu contoh berkas perkara tindak pidana Korupsi dugaan  penggelembungan anggaran pada pembebasan  Tanah pembangguan Masjid Agung Natuna, yang berapa waktu lalu masjid tersebut baru  diresmikan Bupati Natuna, Daeng Rusnadi.

0leh : Ricky Rinovsky – www.kabarindonesia.com (23 Mei 2009)

Filed under: Berita, , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: