Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Ramadhan dan Kemajuan Daerah

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunianya yang senantiasa tercurah dan terlimpah kepada kita semua selaku makhluk ciptaannya.

Shalawat dan salam kita hadiahkan keharibaan junjungan Nabi Muhammad SAW yang mana berkat beliaulah ummat manusia saat ini berubah dari zaman yang penuh dengan kemaksiatan, kebodohan dan menjadi umat yang penuh dengan ilmu pengetahuan dan keberadaban.

Mari kita bertaqwa kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan semua yang dilarang-Nya agar hidup dan kehidupan kita senantiasa dijaga dan dipelihara oleh Allah. Orang bertaqwa kepada Allah disebut dengan muttaqin yaitu orang yang hidupnya berpedoman kepada Al Qur’an dan Hadist Rasulullah SAW.

Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna kejadiannya, baik bentuk maupun rupanya. Sebgaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat At-Tin ayat 4 yang artinya, “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.

Disamping itu, manusia memiliki kemampuan berfikir sehingga manusia dapat membedakan antara hak dan yang bathil, yang baik dan yang buruk dan juga dapat membedakan yang hahal dan yang haram. Manusia juga dapat menyeleksi setiap tindakan dan perbuatan sebelum dilakukannya, sehingga semua amal perbuatannya sesuai dengan ketentuan ajaran yang terkandung dalam Al Qur’an surat An-Nisa ayat 9 yang artinya “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.

Umat Islam merupakan umat yang terbaik di dunia, jika dibandingkan dengan umat yang lain. Hal ini disebabkan umat Islam mempunyai dua macam sifat, yaitu menegakkan amar ma’ruf dan mencegah kemungkaraan serta beriman kepada Allah. Berdasarkan firman Allah dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 110 yang artinya “ Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”.

Puasa dapat membentuk manusia-manusia yang bertaqwa, apabila seluruh rangkaian amaal ibadah seseorang dijalankan dengan baik dan sempurna sesuai dengan syarat dan rukunnya maka pastilah predikat La’allakum tattaqun akan diraihnya. Dan apabila seseorang sudah memperoleh predikat taqwa maka kalau seorang tersebut apakah sebagai seorang pejabat negara, apakah sebagai penyelenggara pemerintahan baik di pusat maupun didaerah sebagai pelaksana didaerah dijalankan oleh orang-orang yang bertaqwa Insya Allah daerah ini akan maju, berkembang, makmur dan sejahtera. Begitu pula apabila pelayan publik dilakukan oleh orang-orang yang bertaqwa, maka pembangunan akan terus berjalan dan berkembang masyarakat akan hidup menjadi aman, damai, dan tenteram. Dan menjadikan pemerintahan di daerah akan mampu untuk menjalankan roda pemerintahan dengan adil dan merata disegala bidang baik bidang ekonomi, sosial, politik dan lain-lain sebagainya.

Taqwa juga merupakan tali pengikat jiwa agar senantiasa selalu berada dalam posisi mengontrol diri agar tidak mengikuti keinginan hawa nafsu. Dalam arti, melalui ketaqwaan maka seorang manusia dapat menjaga dan mengawasi budi pekertinya. Karena pada hakekatnya taqwa adalah muroqobah, berusaha mencapai keridhaan Alllah serta takut dari azab-Nya.

Untuk mencapai derejat taqwa, seorang hamba wajib menjadikan Allah sebagai perisai dan benteng perlindungan. Benteng yang berada diantaranya dirinya dengan yang ditakuti (Allah SWT) yakni dari kemurkaan Allah SWT, dengan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Taqwa adalah amalan hati (kalbu) dan tempatnya di kalbu, dengan dasar firman Allah dalam Al Qur’an surat Al-Hajj ayat 32 yang artinya “ Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syi’ar –syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati”.

Segala upaya untuk menjadikan Allah sebagai pemelihara atau pelindung atau perisai atau pembentang tersebut adalah dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya (lahir dan bathin). Yakni dengan menumbuhkan sifat-sifat mahmudah. Itulah kearah taqwa.

Sedangkan orang-orang yang bertaqwa disebut dengan muttaqin. Janji Allah untuk orang yang bertaqwa adalah sebagai berikut, pertama, orang yang bertaqwa akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki di dunia maupun di akhirat. Kedua, mereka akan menjadi wali Allah. Ketiga, mendapat Furqon yakni pembeda antara haq dan bathil dan dihapuskan dosa-dosanya. Keempat, senantiasa mendapat jalan keluar dari setiap permasalahan. Kelima, mendapat rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Keenam, dimudahkan segala urusannya. Ketujuh, dihapuskan dosa dan dilipatgandakan-Nya pahala. Delapan, Allah akan memberi ilmu

Demikiaanlah tentang taqwa yang dikaitkan dengan ibadah puasa Ramadhan. Dengan menjalankan ibadah puasa dapat lebih meningkatkan kualitas iman, amal, dan menjadikan kita sebagai seorang yang lebih berkualitas dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.***

Filed under: Berita, Opini, Pernyataan, , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: