Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Edward Usul Perda Pendidikan

TANJUNGPINANG, TRIBUN – Ujian Nasional untuk tingkat SMA dan SMP telah berakhir. Dari hasil yang telah diumumkan beberapa hari lalu, tingkat kelulusan UN di Tanjungpinang sangat mengecewakan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir, menuding penyebab ketidaklulusan tersebut disebabkan siswa-siswi terlalu banyak menghabiskan waktunya diluar dunia pelajaran. Selain itu, siswa-siswi yang tidak lulus juga disebut-sebut kebanyakan bermain facebook dan malas belajar.
Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Edward Mushalli meminta kepada semua pihak untuk tidak mencari kambing hitam masalah ini. “Permasalahan (rendahnya kelulusan UN) ini adalah permasalahan kita semua. Jangan menuduh si A, B dan C. Jangan menuduh murid, guru, orangtua atau yang lain. Tapi ini merupakan kesalahan kita semua,” kata Edward kepada Tribun, Jumat (14/5).
Untuk itu, ia mengajak komponen masyarakat seperti guru, kepala sekolah, orangtua murid dan pemerhati pendidikan untuk duduk bersama mencari jalan keluarnya. Jalan keluar itu, sambung Edward harus memiliki payung hukum yang kuat.
Salah satunya dengan membentuk Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan. “Perda pendidikan itu perlu. Dalam Perda itu diatur kerjasama yang konkret antara orangtua, guru dan semua komponen masyarakat. Kerjasama itulah yang harus ditingkatkan kedepannya,” kata Edward.
Selanjutnya, mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang ini juga berencana untuk menata kembali materi pendidikan serta kompetensi guru. Kedua hal ini sangat penting mengingat salah satu faktor sukses kelulusan berawal dari dua hal tersebut.
“Dinas Pendidikan kemarin saya minta untuk mengevaluasi kembali materi yang diberikan. Selain itu, kompetensi dari guru juga harus ditingkatkan agar penguasaan ilmu serta transfer ilmu dapat lebih baik lagi,” harapnya.
Permintaan dari Wakil Wali Kota ini sejalan dengan pemikiran DPRD Tanjungpinang. Menurut Anggota Komisi II Benny, ia berharap semua pihak termasuk DPRD dapat sama-sama mencarikan jalan keluar pendidikan kedepannya. ‘Jadi jangan saling menyalahkan. Apalagi kalau menyalahkan siswa. Ini tanggungjawab kita semua. Mari kita sama-sama memikirkan kebaikan pendidikan kita kedepan,” harap Benny.
Sedangkan untuk materi pendidikan, Benny berharap adanya sistem terpadu yang berstandar nasional. Sehingga, materi yang diajarkan sama dengan materi yang diujikan dalam UN nanti. (eik)
Sumber: Tribun Batam

Advertisements

Filed under: Berita, Opini, , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: