Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Arema, Sepakbola Modern Tanpa APBD

Tak bisa dipungkiri, walaupun Indonesia Super League (ISL) berstatus liga profesional, namun sebagian besar peserta ISL 2009/2010 masih menggunakan dana APBD. Tak tanggung-tanggung, miliaran uang rakyat digunakan beberapa klub untuk membiayai jalannya kompetisi mereka musim ini.

Namun berbeda dengan Arema. Tim berjuluk Singo Edan ini sejak lahir pada tahun 1987 sampai sekarang memilih untuk mencari pendanaan sendiri tanpa membebani warga Malang.

Arema Indonesia berdiri pada tanggal 11 Agustus 1987 dengan nama Arema Malang. Tim yang berjuluk Singo Edan ini bermarkas di Malang, Jawa Timur dan menjadikan Stadion Kanjuruhan sebagai homebase-nya. Arema menjadi ikon warga Malang dan memiliki supporter fanatik, loyal serta kreatif berjuluk Aremania, disebut-sebut banyak pihak sat ini sebagai supporter terbesar di Indonesia.

Arema Malang resmi berganti nama menjadi Arema Indonesia sejak dilepas oleh PT Bentoel Investama, Tbk ke konsorsium pada tahun 2009 lalu.

Di kancah ini meski prestasi Arema tidak konsisten namun akhirnya mampu merebut trofi juara pada musim 1992/1993. Pasca PS Arema menjuarai kompetisi ini, PS Arema yang pada tahun-tahun sebelumnya belum memiliki begitu banyak suporter mendapatkan perpindahan supporter begitu banyak dari Ngalamania, kelompok supporter Persema, tim asal Malang lainnya.

Dalam Liga Indonesia, Arema hanyalah tim biasa dan belum pernah sebagai juara. Prestasi terbaik Arema, tercatat 7 kali masuk putaran kedua. Salah satu factor penyebab kurang beruntungnya Arema adalah masalah keuangan yang sering membelit. Puncaknya pada tahun 2003, Arema mengalami kesulitan keuangan yang cukup parah sehingga kepemilikannya diakuisisi oleh PT Bentoel Internasional Tbk. Namun, langkah tersebut tak mampu menyelamatkan singo edan dari jeratan degradasi dan terpaksa turun kasta pada musim berikutnya.

Sejak dimiliki oleh PT Bentoel Internasional Tbk, prestasi Arema semakin meningkat. Selain berhasil kembali ke kasta tertinggi kompetisi Indonesia, Singo Edan juga berhasil menjuarai Copa Indonesia dua musim berturut-turut, pada tahun 2005 dan 2006.

Liga Super Indonesia (ISL) digulirkan pada tahun 2008/2009. Pada musim pertama ISL, langkah Singo Edan terseok-seok meski akhirnya mampu bertahan di kasta tertinggi kompetisi nasional itu.

Musim ini, Arema kembali bermasalah dalam bidang keuangan. Hal ini dikarenakan PT Bentoel Investama, Tbk melepas Arema ke konsorsium, tepatnya pada tanggal 3 Agustus 2009. Keputusan ini merupakan buntut dari penjualan saham mayoritas PT Bentoel Investama, Tbk ke British American Tobacco.

Setelah ditinggal PT Bentoel, keuangan Arema macet. Untuk memudahkan Arema agar mendapat suntikan dana dari APBD Malang, sempat muncul wacana penggabungkan Arema dan Persema dengan nama Malang United.

Namun, wacana ini ditentang oleh Aremania. Mereka menolak jika tim kebanggaan mereka yang selama ini bisa mandiri mendapatkan dana dari APBD. Berbagai kegiatan dilakukan oleh Aremania untuk menyelamatkan tim kesayangannya itu. Salah satunya dengan mengamen ataupun berjualan marcendhise demi menggalang dana dari masyarakat Malang serta pecinta Arema di Indonesia.

Untuk menghemat dana, manajemen Arema terpaksa meminimalisir perburuan pemain. Manajemen memilih untuk memberdayakan pemain-pemain muda maupun pemain hasil binaan sendiri, seperti Dendi Santoso, Beny Wahyudi, Irfan Raditya, Kurnia Meiga, Sunarto dan Ahmad Bustomi.

Sempat muncul keraguan Aremania terhadap komposisi ini. Namun angin segar sedikit berhembus setelah beberapa pemain asing bergabung. Diantaranya Pierre Njanka, Noh Alamsah serta M Ridhuan, di bawah komando pelatih bertangan dingin asal Belanda, Robert Rene Albert.

Dengan mengandalkan permainan kolektivitas tim dan dukungan penuh dari Aremania, Arema Indonesia akhirnya menorehkan prestasi ganda, tampil sebagai juara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 sekaligus membuktikan diri sebagai tim profesional yang mampu bersaing di kasta tertinggi kompetisi sepakbola nasional tanpa harus menggunakan dana APBD. Semoga banyak tim yang mengikuti jejaknya.

*nb: dirangkum dari berbagai sumber.

Sumber: azaxs.net

Filed under: Berita, Opini, , , , , , , , , , , , , ,

One Response

  1. biru raya says:

    AREMA PANCEN OK!!!!!BEST OF THE BEST.ONGIS NADE SING ADA LAWAAAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: