Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Gubernur Buka Temu Sastra se-Indonesia ke 3

KEPRI – Bertempat di pelantaran Anjung Cahaya Tepi Laut Tanjungpinang, Kamis (28/10), Gubernur Kepri, H.M.Sani membuka sekaligus meresmikan event nasional Temu Sastra se Indonesia (TSI) ke 3. Pembukaan dihadiri Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Tanjungpinang, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepri, Ketua BP3KR Huzrin Hood serta para seniman dan sastrawan se Indonesia yang memadati Anjung Cahaya.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan bicara sastra tidak terlepas dari budaya dan budaya tidak terlepas dari karakter dari bangsa. Ia juga mengakui bahwa karakter bangsa dewasa ini agak sedikit terkontaminasi, sehingga banyak hal-hal negatif yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Oleh Karena itu, ia menyampaikan harapan agar mulai saat ini, dan kedepan, karakter bangsa harus terus menerus dibina dan ditingkatkan.

Dalam kaitannya dengan Sumpah Pemuda, Sani mengatakan bahwa pengetahuan adalah penting, tetapi karakter lebih penting.

“Knowledge is power, but character is more”, tuturnya dalam bahasa Inggris.

Lanjutnya, adalah menjadi kewajiban kita untuk terus menerus melakukan baik untuk diri kita sendiri dan untuk masyarakat. Dan hari ini pula mulai dilaksanakan pelajaran budi pekerti di sekolah-sekolah, dengan harapan karakter bangsa masyarakat Provinsi Kepulauan Riau menjadi lebih baik. Dan karakter tersebut akan berguna bagi pembangunan Provinsi Kepulauan Riau, sebagai bunda tanah Melayu yang sejahtera, berakhlak mulia dan ramah lingkungan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini akan dapat mewujudkan dan mewarnai karakter bangsa itu sendir”, harap Sani.

Usai memberi sambutan, Gubernur Kepri dan Walikota Tanjungpinang bersama tamu undangan lainnya mendampingi Gubernur Kepri dalam menabuh Bedug sebagai tanda dibukanya Temu Sastra Indonesia III.

Ketua Umum Pelaksana TSI 3, yang juga Wakil Walikota TanjungpinAng, H.Edward Mushalli, menuturkan bahwa event TSI dilaksanakan selama 3 hari, 28-30 Oktober 2010 dan ditutup Minggu (31/10).

Kata Edward, alasan dipilihnya Tanjungpinang menjadi tuan rumah karena dengan terbitnya surat Gubernur Bangka Belitung yang ditujukan kepada Gubernur Kepri No 556/66/DISBUDPAR.III/2009 tentang hasil Musyawarah TSI 2 di Pangkal Pinang dan menunjuk Tanjungpinang sebagai tempat dilaksanakannya TSI 3 tahun 2010.

Lanjutnya, TSI 3 bertujuan untuk menghimpun pemikiran-pemikiran ilmiah tentang sastra yang mutakhir dari kalangan akademisi dan sastrawan itu sendiri. Juga ingin memunculkan kegairahan masyarakat tentang sastra Indonesia, khususnya di Kota Tanjungpinang dan mendorong minat penciptaan-penciptaan baru dalam karya sastra.

Rangkaian kegiatan TSI 3, tambahnya, adalah pentas sastra di Anjung Cahaya Tepi Laut Tanjungpinang, Bazar Buku di Stan Pelataran Anjung Cahaya Tepi Laut Tanjungpinang, Seminar Sastra “Sastra Indonesia Mutakhir, Kritik dan Keragaman” di Hotel Pelangi Tanjungpinang serta workshop cerpen dan puisi di museum Sulaiman Badrul Alamsyah Tanjungpinang

Pada kesempatan itu, Walikota Tanjungpinang Hj.Suryatati A.Manan menyampaikan rasa gembira atas dipilihnya Tanjungpinang sebagai tuan rumah TSI 3 tahun 2010. Terpilihnya Tanjungpinang sebagai tuan rumah, kata Tatik, bukan karena tanpa sebab atau tujuan.

”Terpilihnya Tanjungpinang karena Tanjungpinang sejak ratusan tahun lalu sudah mewariskan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar yang kemudian menjadi bahasa Indonesia,” katanya.

Ia berharap selepas adanya event akbar nasional ini, mampu memunculkan kembali penulis-penulis muda di bidang sastra yang sejatinya memberikan andil dalam tumbuh kembangnya sastra Indonesia modern dan dapat memberikan manfaat pada Kota Tanjungpinang. Selain itu, melalui TSI sastrawan dapat menghasilkan pemikiran, rumusan ataupun rekomendasi yang fundamental untuk tumbuh kembang sastra yang mutakhir dan menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda, para pelajar, guru dan masyarakat luas di Kota Tanjungpinang.

“Mari kita junjung keindahan seni sastra bagi pertumbuhan ini dan selepas itu nantinya”, ajaknya.

Apalagi, lanjutnya, hasil TSI 3 ditujukan untuk kemajuan sastra Indonesia dan memberi faedah yang besar tumbuh kembang sastra di Provnsi Kepri.

“Patutlah sesiapa saja yang hadir dalam perhelatan ini dapat menyumbangkan tenaga dan pikiran yang terbaik bagi suksesnya acara ini”, tutupnya.

Pada kesempatan yang sama dilakukan Peluncuran Buku Antologi Temu Sastra Indonesia, Buku Antologi Penyair Kepulauan Riau “Taman Para Penyair” dan Cerpen Temu Sastrawan Indonesia 3 oleh Walikota Tanjungpinang kepada Gubernur Kepri dan Putu Wijaya, yang mewakili sastrawan.

Adapun sastrawan yang ikut menghadiri kegiatan itu, berasal dari Tanjungpinang, Kepri dan berbagai daerah Indonesia seperti dari Bali, Surabaya, Riau dan sejumlah daerah lainnya. Rangkaian kegiatan TSI ini juga menghadirkan para pemakalah seperti Prof.Dr.Saparti Joko Darmono, Prof.Dr.Budi Darma, Putu Wijaya, Dr.Catherine Bandle, Ranputi, AS Laksana Agus, Joko Pinorogo, Nanang Suryadi, Akmal Nasri Basral, Arif Bagus Prasetio, Afrizal, Prof. Dr. Hasanuddin WS, Drs. Al Azhar, Linda Kristanti, Agus R. Saryono, Hamsad Ramputi, Jamal D. Rahman, Kennedy Burhan, Ahsani dan sejumlah sastrawan lainnya. Rindu

Sumber: www.detikriau.net

Filed under: Berita, , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: