Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Eksodus Pejabat Kepri ke Meranti Disayangkan

NUR SYAFRIADIKetua DPRD Provinsi Kepri, Ir HM Nur Syafriadi sangat menyayangkan hijrahnya enam mantan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kepri dan Pemko Batam yang diduga ‘korban politik’ ke Pemerintah Kabupaten Meranti, Provinsi Riau. Keenam mantan pejabat Kepri itu diberi kepercayaan oleh Bupati Meranti, Drs H Irwan Msi menjabat sebagai kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau eselon II dan dilantik di Selat Panjang, Jumat (15/1).
Menurut Nur jika enam mantan pejabat di Kepri itu pindah dengan maksud ingin meraih prestasi yang lebih baik, hal itu sah-sah saja. Namun bila mereka pindah akibat tidak terpakai, karena diangap tidak menjadi pendukung kepala daerah yang tengah memimpin di Provinsi Kepri, maka hal itu sangat disayangkan sekali.

“Kita sangat sayangkan mereka pindah ke Pemkab Meranti. Karena selama ini mereka itu kita lihat sangat mampu menjalani tugas dengan baik. Kalau mereka pindah karena tidak dipakai oleh Pemprov Kepri, itu sangat kita sayangkan,” kata Nur Syafriadi, kemarin.

Enam mantan pejabat Kepri yang hijrah ke Pemkab Meranti, adalah Drs Irwansyah Msi, mantan Kepala Biro Umum Pemprov Kepri yang dilantik menjadi Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs H T Akhrial mantan Kabid Program Dispenda Kota Batam yang dilantik sebagai Asisten Administrasi dan Umum, Syamsuar Ramli SE mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pasar Kota Batam dilantik menjadi Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM.

Selanjutnya, Drs Teddy Mar mantan Kabid di Dispenda Provinsi Kepri dilantik sebagai Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu, Drs Muhammad Azza Fahroni mantan Kabid di BKD Provinsi Kepri, dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluarga Berencana, Bambang Suprianto SE MM mantan Kabid Program Dinas Pariwisata Kota Batam dilantik menjadi Pejabat Kepala Badan Lingkungan Hidup.

“Kita telah kehilangan figur-figur yang memiliki kinerja profesionalisme yang baik, dan kemampuan mereka diharapkan masyarakat untuk membangun Kepri,” katanya.

Nur menyebutkan kalau SKPD-SKPD di Provinsi Kepri hanya diisi oleh para pendukung rezim yang berkuasa dan menomorduakan profesionalisme serta prestasi, jelas pelayanan kepada masyarakat tidak akan optimal. Ia khawatir jika kepala SKPD hanya diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memegang prinsip asal bapak senang (ABS) tidak akan mampu memberikan ide atau pemikiran cermerlang bagi pembangunan Provinsi Kepri ke depan.

“Kita bisa lihat saat ini, fakta yang terjadi. Mereka (Kepala SKPD ABS) jelas tidak mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Mereka juga tidak mampu memberikan ide yang cemerlang dalam mengisi pembangunan. Jadi pecuma saja ada istilah the right man in the right place, atau the right man in the right job,” ujar orang nomor satu di DPRD Kepri ini.

Informasi yang dihimpun Haluan Kepri, Pemprov Kepri saat ini masih membutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan profesional pada bidang-bidang tertentu. Pasca mutasi SKPD Kepri dua bulan lalu, kini mulai terasa sejumlah kepala SKPD yang dilantik tersebut ternyata tidak dapat menjalankan tugas dengan baik. Akibatnya pelayanan kepada masyarakat tidak maksimal. Gubernur Kepri HM Sani pun disenyalir mulai tidak nyaman dengan ketidakmampuan beberapa kepala SKPD tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak enam mantan pejabat eselon dua dan tiga di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Batam hijrah ke Pemerintah Kabupaten Meranti, Provinsi Riau. Mereka diberikan kepercayaan oleh Bupati Meranti Drs H Irwan MSi menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau eselon II dan dilantik Jumat (15/1) di Selat Panjang, Kabupaten Meranti.

Mantan Kabiro Umum Pemprov Kepri Drs Irmansyah MSi, yang dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Meranti mengatakan ia bersama dengan lima mantan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprov Kepri dan Pemko Batam merasa terpanggil dan tertantang untuk ikut membangun Kabupaten Meranti.

“Kita orang-orang muda merasa tertantang dan terpanggil membangun daerah ini. Apalagi Kabupaten Meranti adalah daerah yang baru dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis. Sebagai daerah pemekaran butuh orang-orang yang mau bekerja keras dan profesional,” kata Irmansyah.

Sementara mantan Kadis Kebersihan dan Pasar Kota Batam H Syamsuar Ramli SE, yang dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Perindutrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Meranti mengaku juga merasa terpanggil untuk mengabdi di Pemkab Meranti. Ia ingin turut serta di dalam membangun Meranti di bawah kepemimpinan Drs H Irwan MSi yang dulu juga koleganya di lingkungan Pemko Batam.
Sumber: (haluankepri.com/fl,ye)

Filed under: Berita, , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: