Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Lima Pulau di Kepri Diduga Dijual

kepriLima pulau di Kepulauan Riau (Kepri) diduga dijual kepada pihak asing. Himpunan Masyarakat Adat Pulau Rempang Galang (Himad Purelang), Senin (28/2), melaporkan praktik penjualan pulau bagian terluar itu ke Mabes Polri.

Menurut Himad Purelang, dari seluruh rangkaian pulau di Batam, Kepri, terdapat pulau-pulau yang telah menjadi milik warga asing, seperti Australia, Malaysia, dan Singapura. Lima pulau yang diduga telah dijual adalah Pulau Penempan, Pulau Pengalap, Pulau Tanjugrame, Pulau Segayang, dan sebagian Pulau Galang. “Setengah Pulau Galang telah menjadi milik asing,” kata anggota Himad Purelang, Yansenus.

Yansenus menerangkan, salah satu bukti jika pulau-pulau itu sudah diperjualbelikan, yaitu adanya permasalahan jual beli yang sempat mencuat antara pembeli Pulau Segayang yang berwarga negara Australia dan Singapura pada 2001 silam. Di Pulau Penempan, Pengalap, Tanjungrame, Segayang, dan sebagian Pulau Galang, telah banyak kegiatan, seperti pembangunan rumah mewah, galangan kapal, pelabuhan liar berskala internasional, penggundulan hutan bakau, serta reklamasi pantai dan laut tanpa izin.

Pihak Himad Purelang melaporkan beberapa pihak kepada Polda Kepri dan dua pengusaha serta seorang birokrat ke Mabes Polri. “Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Batam, Buralimar, malah tidak melakukan upaya untuk menghindarkan negara dari kerugian akibat penjualan pulau-pulau itu,” kataYansenus.

TNI menegaskan, seluruh pulau yang menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah berada dalam pantauan patroli. Dugaan penjualan pulau-pulau kecil kepada pihak asing merupakan domain dari pemerintah daerah, polisi, dan pihak lainnya. TNI baru akan bertindak jika jual beli lahan atau pulau menimbulkan ancaman terhadap keamanan negara.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tri Prasojo, Senin (28/2). Tri menyampaikan hal itu menanggapi laporan Himad Purelang ke Mabes Polri. “Semua pulau di Indonesia, termasuk pulau terluar menjadi bagian dari patroli TNI,” kata Tri.

Dia mengatakan, patroli itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan TNI AL. Tujuannya, untuk mempertahankan kedaulatan negara. Patroli juga dilakukan di pulau-pulau yang termasuk dalam bagian Kepri. “Kalau memang ada penjualan lahan, pulau, dan hal lainnya yang bersifat administratif, itu merupakan wewenang pemerintah daerah dan pihak terkait,” kata Tri.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pemerintah sedang mempertimbangkan rencana penambahan jumlah pulau terluar yang akan dijaga oleh TNI. Saat ini, Indonesia memiliki 92 pulau terkecil di bagian terluar, sedangkan yang dilakukan penjagaan sebanyak 12 pulau.

Dalam waktu dekat, 12 pulau tersebut akan bertambah jika anggarannya memungkinkan. “Karena di Laut Cina Selatan itu hanya ada satu (pulau yang dijaga), Pulau Sekatung. Kita sedang lihat lagi beberapa pulau yang akan kita tempatkan pasukan pos penjagaan,” kata Purnomo menegaskan.

Bilal Ramadhan
M Ikhsan Shiddieqy/ Sumber:koran.republika.co.id

Filed under: Berita, , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: