Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Empat Bulan Air Diputus

Tunggakan Konsumen Mencapai Rp3 Miliar

TANJUNGPINANG (TP) – Keuangan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri, Tanjungpinang belum juga stabil. Jumlah pelanggan yang menunggak pembayaran rekening air mencapai 2.400 pelanggan. Tidak heran, PDAM mengalami kerugian mencapai Rp3 miliar.tanjungpinang

Tunggakan para pelanggan, jenisnya bervariasi dan tunggakan di atas empat bulan masih cukup banyak belumlagi konsumen yang biasa nunggak sampai tiga bulan. Bahkan ada juga yang membayar tunggakan dengan cara mencicil setiap bulannya. Abdul Kholik, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Kepri, mengatakan, untuk menagih tunggakan managemen PDAM sudah menurunkan tim untuk menjemput bola.

Kendala yang ditemui tim PDAM di lapangan yakni banyak meteran yang sudah diganti. Ada juga yang rumahnya sudah dijual hingga sudah berubah nama pelanggan.

”Kendala lainnya yakni alamat yang sangat sulit ditemukan, serta ada meterannya yang sudah tidak ada lagi,” bebernya.

Akibatnya, manyaknya masalah itu banyak yang tak tertagih dan jumlah tunggakan malah terus bertambah. untuk mencegah banyak tunggakan, PDAM ada mengikuti aturan dari PLN.

Kalau satu bulan pelanggan tidak membayar rekening air, PDAM akan langsung melakukan pemutusan. Sama halnya yang dilakukan oleh PLN Tanjungpinang.

“Kita tidak memberikan ampun kepada pelanggan, terutama pelanggan selama ini airnya tidak pernah bermasalah dan lancar,” kata Abdul Kholik kepada Tanjungpinang Pos, Senin (28/3) di ruang kerjanya.

Ia juga mengaku kalau pelayanan yang diberikan kepada pelanggan memang belum maksimal. Tapi, ia tetap berharap agar pelanggan yang menunggak sebaiknya membayar kewajibannya.

”Kalaupun pelangga tidak mau membayar beban, karena alasan rumah tidak ditempati, maka pelanggan harus melapor dulu ke pihak PDAM. Jadi kita bisa melakukan pemutusan sementara untuk menghindari tagihan beban perbulannya,” terangnya.

Untuk mempermudah pembayaran, kata Abdul Kholik, PDAM sudah memperluas tempat membayar rekening air, salah satunya di Batu 10 di depan Hotel Comport, kemudian di kantor PDAM Tirta Kepri di BPR Duta Kepri dan Bank Mega.

“Hanya saja, kalau Bank Mega, hanya untuk karyawan Bank Mega yang juga sebagai pelanggan PDAM,” tegasnya.

Untuk meningkatkan pelayanan, PDAM Tirta Kepri, terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, baik pemerintah Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepri.

”Saat ini, kendala utama kita masih pada sumber air. Bisa saja saya produksikan air 1000 liter perdetik, agar seluruh masyarakat dapat air, hanya saja kalau diterapkan produksi maka air sungai dam langsung habis,” ujarnya.

“Rencana pembangunan Instalasi Pengelola Air (IPA) di Sungai Gesek sudah di tangan Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri,” tegasnya.

Masih menurut Kholik, kalau sumber air hanya mengandalkan Sungai Gesek, tentu tidak mampu untuk melayani permintaan sambung baru.

”Anterian daftar tunggu cukup tinggi. Jumlahnya masih 4 ribu-an. Dan ini akan terus bertambah karena tingginya pembangunan sektor ruko dan perumahan,” terangnya.

Bahkan kantor-kantor baru seperti komplek perkantoran Gubernur Kepri di Dompak, Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Tanjungpinang di Batu 8, saat ini aliran airnya masih menunggu dari diproduksinya IPA yang ada di Sungai Gesek.

“PDAM belum maksimal memberikan pelayanan, salah satu penyebabnya karena sumber air baku sangat minim,” ujarnya.(ABAS)

sumber: tanjungpinangpos.co.id

Filed under: Berita, , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: