Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Incar Adipura, Sampah Berserakan

Kesadaran warga Tanjungpinang dalam menjaga kebersihan di lingkungannya dinilai masih lemah. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang membuang sampah bukan pada tempat.

Mestinya warga membuang sampah di tempat pembuangan sementera (TPS), namun masih banyak saja yang membuang sampah ke parit bahkan ke laut. Beberapa diantaranya juga aada yang membuat TPS ilegal.

Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Tanjungpinang Edward Mushalli, Rabu (6/4), tentang banyaknya sampah yang berserakan belakangan ini.

“Sudah dibuatkan TPS, tapi malah membuat TPS ilegal, kalau banyak TPS ilegal tentu pemandangan tidak sedap karena lokasinya ada di tempat yang salah,” kata Edward.

Padahal, katanya pemerintah sedang fokus untuk meningkatkan kebersihan dan keindahan kota, yang dinilai oleh tim Adipura.
Untuk penilaian Adipura di Tanjungpinang tim Adipura sudah turun selama tiga hari dan hasilnya akan diumumkan pada Juni 2011.

“Kalau saya menilai sudah ada peningkatan kebersihan di Tanjungpiang, meski tidak terlalu signifikan,” paparnya.

Menurutnya, di sekitar pelabuhan masih banyak ditemukan sampah terutama di laut. Padahal pemerintah sudah berupaya agar pendatang yang baru tiba di pelabuhan bisa melihat Tanjungpinang indah dan bersih sebagai kota peraih Adipura.

“Dalam melakukan kebersihan, Pemko tidak hanya memprioritaskan tempat-tempat yang dinilai tim Adipura saja, tapi di seluruh daerah Tanjungpinang, termasuk kawasan perairanya,” tegasnya.

Untuk menjaga kebersihan laut atau di tempat-tempat pelantar, pemerintah sudah menurunkan empat tim kebersihan. Tim ini setiap mengunakan perahu sampang untuk memungut sampah yang berserakan di sepanjang pelantar dan dermaga, termasuk di kawasan perairan Pelabuhan Sri Bintanpura.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, menurut Edward, pemerintah sedang mensosialisasikan Perda Kebersihan.

”Kalau sudah disosialisasikan, maka Perda akan diperlakukan dan masyarakat tidak boleh lagi membuang sampah sembarangan tempat kalau masih bandel ada sanksinya,” tegasnya.

Herman, salah satu warga Tanjungpinang saat diminta tanggapan mengenai kondisi kebersihan kota Tanjungpinang menyebutkan Tanjungpinang masih belum bersih. Kalau di jalan-jalan protokol dan alteri memang bersih, tapi banyak pemukiman yang masih kotor, termasuk di daerah pelantar.

“Warga pelantar sudah lama minta tong sampah dan petugas sampah harus mengambil sampah setiap hari si tong sampah. Jangan berhari-hari sampah tidak di angkut, bisa-bisa menimbulkan bau tak sedap,” ujarnya.

Kata dia, ia melihat masih belum maksimal pemerintah melakukan sosialisasi Perda Sampah. Masih banyak warga tidak tahu, kalau membuang sampah bukan ditempatnya, apa sanksi dan berada dendanya.

“Yang penting pemerintah meningkatkan pelayanan untuk mengangkut sampah. Masyarakat juga tidak harus manja, harus disediakan tong sampah baru mau membuang sampah pada tempatnya. Kalau tidak masyarakat membuang sampah ke laut,” katanya.

Sumber: Koran Tanjungpinang Pos

Filed under: Berita, , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: