Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Pemkot Tanjungpinang Harapkan Warga Perbaharui Data Kependudukan

Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, mengharapkan warganya untuk memperbaharui data kependudukan untuk keakuratan dalam pencatatan dan tersedianya data penduduk yang benar.

“Pelaporan perubahan data kependudukan sangat penting, agar pemerintah memiliki data penduduk yang benar dari waktu ke waktu,” kata Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Edward Mushalli di Tanjungpinang, Senin.

Edward mengatakan, pelaporan perubahan data kependudukan diantaranya meliputi, perubahan data akibat ganti nama, perkawinan, perceraian, pengangkatan anak, pindah agama, ganti pekerjaan, tingkat pendidikan, pisah kartu keluarga (KK) dan perubahan alamat tempat tinggal.

“Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil diharapkan melakukan sosialisasi, agar masyarakat mengerti betapa pentingnya pelaporan perubahan biodata demi terciptanya data penduduk yang akurat setiap saat,” ujarnya.

Selain itu, menurut Edward juga perlu dilakukan sosialisasi pengakuan, pengesahan dan asal usul anak, karena masih banyak anak yang lahir dari perkawinan yang tidak dicatatkan baik di Kantor Urusan Agama bagi yang beragama Islam, maupun di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bagi non muslim.

“Semua itu dimaksudkan dalam rangka memberikan pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai status anak yang dilahirkan di luar perkawinan yang sah berdasarkan peraturan perundang-undangan,” kata Edward.

Menurut dia, data yang salah karena mengalami perubahan akan mengakibatkan dokumen kependudukan tidak sesuai dengan keadaan penduduk yang sebenarnya.

Selain itu, menurut Wakil Walikota juga diwajibkan setiap penduduk untuk melaporkan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialaminya kepada instansi pelaksana.

Dia menambahkan, bahwa pencatatan kelahiran dalam register akte kelahiran dan penerbitan kutipan akte kelahiran terhadap peristiwa kelahiran seseorang yang tidak diketahui asal-usulnya atau keberadaan orang tuanya, didasarkan pada laporan orang yang menemukan dilengkapi berita acara pemeriksaan dari kepolisian.

Sedangkan untuk status keperdataan anak yang lahir dari perkawinan siri dapat dilakukan melalui penetapan Pengadilan Agama bagi yang beragama muslim, dan untuk non muslim pengakuan dan pengesahan anak dilakukan pada saat pencatatan perkawinan orang tuanya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tanjungpinang. (Henky Mohari)

Sumber: kepri.antaranews.com

Filed under: Berita, , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: