Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Tanjungpinang Satu-Satunya Kota yang Alami Deflasi

BPS Kepulauan Riau menyatakan, Tanjungpinang merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang mengalami deflasi sebesar 0,57 persen pada Juni 2011.wakil wali kota tanjungpinang

“Dari 66 kota di Indonesia yang dipantau indeks harga konsumennya dalam setiap bulan ternyata 65 kota di antaranya mengalami inflasi, sedangkan Tanjungpinang deflasi,” ungkap Kepala Bidang Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri), Mangaputua Gultom, Jumat, di Tanjungpinang.

Gultom mengatakan, inflasi di wilayah Sumatra terjadi di Medan yaitu 1,07 persen, sedangkan inflasi terendah di Padang Sidempuan sebesar 0,04 persen.

Bila dilihat dari 66 kota di Indonesia, inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon yaitu sebesar 3,76 persen.

“Inflasi terendah di Indonesia terjadi di Kota Padang Sidempuan,” katanya.

Tanjungpinang pada Mei 2011 terjadi inflasi sebesar 0,33 persen, namun pada satu bulan berikutnya terjadi deflasi yang paling besar dipengaruhi oleh turunnya harga beras.

“Harga beras pada beberapa daerah sudah turun duluan, namun Tanjungpinang baru turun pada Juni 2011,” katanya.

Secara umum, kata dia, deflasi Kota Tanjungpinang Juni 2011 ditandai dengan penurunan indeks harga konsumen dari 127,24 pada Mei 2011 menjadi 126,52.

Sebanyak 324 paket komoditas di Tanjungpinang, sebanyak 76 komoditas diantaranya mengalami perubahan harga.

Harga 21 komoditas turun, sedangkan 55 komoditas naik. Komoditas kebutuhan masyarakat yang mengalami penurunan harga, antara lain beras, bawang merah, cabai merah, ikan selar, minyak goreng, gula pasir, cabai rawit, jeruk, emas perhiasan, bayam, bawang putih, ikan kembung, cabai hijau, ikan tenggiri, apel, dan udang basah.

Sebaliknya, harga komoditas yang naik, antara lain, rokok kretek filter, kacang panjang, daging ayam ras, kangkung, ketimun, ikan dalam kaleng, besi beton, tomat sayur, telur ayam ras, buncis, mobil, susu cair kemasan, obat dengan resep, wortel, kecap isi, kompor, dan terong panjang.

Sementara dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun indeks harga konsumen Tanjungpinang pada Juni 2011, tercatat empat kelompok mengalami penurunan indeks yaitu, kelompok bahan makanan sebesar 2,10 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,04 persen, kelompok sandang sebesar 0,33 persen;, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,02 persen.

“Tiga kelompok yang lainnya justru mengalami kenaikan indeks harga yaitu, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,10 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,42 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen,” ujarnya. (ANT-NP/A027/Btm2)

Sumber: kepri.antaranews.com

Advertisements

Filed under: Berita, , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: