Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Alat Mahal Cuma Pajangan

Wakil Wali Kota Sidak ke RSUD

wawako tanjungpinangWakil Wali Kota Tanjungpinang Edward Mushalli kaget saat meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang, Senin (5/9). Soalnya, Edward menemukan alat yang dibeli dengan harga mahal, malah cuma menjadi pajangan di RSUD atau tak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.Alat itu adalah alat scanner RSUD Tanjungpinang yang sudah lama tidak difungsikan.

Alat yang pembeliannya menelan dana mencapai Rp1 miliar itu hanya menjadi pajangan di ruangan saja. Kalau tidak ada pejabat sekelas wakil wali kota yang melakukan inspeksi mendadak (sidak), maka ruangan scanner ini tak mungkin dibuka. Setiap harinya alat ini hanya terkunci rapat-rapat dalam sebuah ruangan di RSUD.

“Tolong ibu, mana kuncinya. Tolong dibuka, bapak Edward Mushalli (Wakil Wali Kota,red) mau melihatnya,” kata dr Eka Hanasarianto Direktur Utama RSUD Tanjungpinang kepada salah satu stafnya yang memegang kunci ruangan.

Saat kunci ruangan dibuka, ternyata alat mahal itu tidak pernah dirawat lagi. Ini bisa dilihat lampu penerang di ruang scaner tidak berfungsi. Wawako masuk ke ruangan scaner dalam keadaan gelap gulita karena bola lampu di ruang scaner tidak berfungsi.

“Mengapa alat ini tidak difungsikan. Apa sebabnya,” kata Edward kepada Eka Hanasarianto. Menurut Eka alat ini sudah lama tidak difungsikan. Setidaknya sudah lima tahun alat ini berada di RSUD. Namun, hanya satu minggu dioperasikan, kemudian rusak lagi.

“Berapa dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki alat ini,” tanya Edward.

Kata Eka, dana yang dibutuhkan Rp450 juta untuk memperbaikinya.Tapi yang rusak bukan hanya printer-nya saja, namun juga peralatan scaner-nya.

“Alat scaner-nya sudah lima tahun. Khawatir kalau diperbaiki akan rusak lagi karena peralatannya sudah lama,” kata Kepala Pelayanan RSUD Tanjungpinang, dr Nugraheni Purwaningsih yang mendampingi Edward saat sidak kemarin.

Kabarnya, alat scaner yang rusak ini akan diperbaiki Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Kesehatan. Tapi hingga saat ini belum ada juga bantuan.

“Saya yakin dengan harga Rp450 juta untuk memperbaiki alat scaner yang rusak, bagi walikota tidak menjadi persoalan. Karena ini merupakan alat pelayanan. Apakah, wako sudah tahu tentang scaner tidak berfungsi ini,” tanya Edward lagi.

Kemudian, Edward melihat satu persatu ruang pelayanan di RSUD baik di ruang UGD, ruang tempat cuci darah, ruang perawatan anak, ruang tempat memasak makanan untuk pasien hingga ruang untuk mencuci pakaian.

Di ruang cuci darah, Edward sempat berkomunikasi salah satu pasien yang sedang melakukan cuci darah. Pasien yang melakukan cuci darah umumnya adalah pasien yang gagal ginjal. Edward melihat hanya ada empat peralatan cuci darah, padahal pasien cuci darah terus meningkat.

“Ada tambahan enam alat cuci darah lagi tapi belum dioperasikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Edward juga berharap dengan sidak ini pihak RSUD meningkatkan pelayanan bagi pasien. Termasuk dalam pengoperasian peralatan canggih yang dibeli dengan dana rakyat.

Sumber: Koran Tanjungpinang Pos

Filed under: Berita, , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: