Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Rifai dan Khaidir Ciptakan Kano Linggi Khas Kepri

kepri Ide ide kreatif sering muncul setelah mencermati alam kehidupan sekitar. Demikian juga kreativitas bisnis berkembang seiring menjawab kebutuhan masyarakat sehari hari maupun pemenuhan hoby.

Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Rifai (29) dan Khaidir (38) yang berhasil membuat Kano Linggi khas Kepri yang bernilai seni sekaligus berguna untuk pemenuhan wisatawan. Bermula dari hoby memancing dan main kano, Rifai timbul ide untuk menciptakan kano sendiri dengan gaya khas melayu yaitu Kano Linggi.

Kekhasan Melayu ini tampak pada Kano karya Rifai di ujung depan belakang berupa Linggi sebagaimana kerajinan tangan ini berada di dinding dinding rumah Melayu. Kano biasa dipakai untuk mengarungi perairan ombak kecil menggunakan satu dayung panjang kiri kanan.

Produk buatan Rifai ini menggunakan bahan fiber glass dan di dalamnya berisi angin yang tertutup rapat anti bocor sehingga tidak akan tenggelam. Bahkan Kano Linggi ini dasarnya berbentuk tuas sehingga tidak akan terguling, dan tanpa menggunakan mesin.

Pembuatan Kano Linggi ini masih home industri beralamat di Jalan Pramuka lorong Raja Empat nomor 17 Bukit Bestari, Tanjungpinang. Di dapur atau tempat produksinya tampak ada tiga kano yang sudah selesai dicat tiga lapis. Satu unit kano ini berukuran panjang 4,5 meter dan lebar 68 sentimeter. Beratnya tak lebih dari 50 kilogram sehingga bisa dipikul seorang diri jika hendak dibawa ke pantai.

“Kano Linggi ini bisa untuk see sport dan memancing di tengah laut. Satu minggu bisa selesai membuat satu buah kano. Ini menggunakan master dari luar negeri dan model terbaru. Sudah lulus uji coba dari Sungai Jang ke Tepi Laut. Bentuk dasar bertuas sehingga anti guling dan fiber glass anti tenggelam dengan udara di dalamnya,” terang Rifai sambil mengelap Kano Linggi buatannya di rumah dia sebagai tempat produksi, beberapa hari lalu.

Kano ini kapasitas untuk satu orang saja dengan beban maksimal sekitar 100 kilogram. Hanya menggunakan master kano untuk mencetak, gerendra, bor, cat, master serta fiber dan lain lain, Rifai yang dibantu Khaidir sudah bisa membuat alat berlayar tradisional yang berjenis modern.

“Pekan lalu sudah dikirim kepada pemesan di Natuna dua unit kano linggi. Sekarang sudah ada tiga pemesan lagi dan barangnya sudah siap. Nanti ke depan ada kita buat jenis Kano untuk anak anak, remaja dan dewasa. Jika sudah banyak produk ini bakal disewakan di tempat wisata seperti Tepi Laut. Bisa untuk memancing atau sekadar berkano di tengah laut,” papar Fai panggilan M Rifai yang alumni kampus di Yogyakarta.

Kano ini pun bisa dimuat mobil untuk membawa dari darat ke pantai. Ketebalannya dua lapis dan udara di dalamnya diprediksi usia 6 tahun tak akan bocor. Mengenai warna bisa disesuaikan dengan selera yang penting bahan ini menggunakan anti gores anti kelupas. Bagi pembaca yang tertarik dengan Kano Linggi bisa menghubungi 081328761789. Ketika ditanya berapa harga per unit, dia hanya menyebut angka sekitar Rp 10 juta saja.

“Kano Linggi ini pun kemarin dipakai syuting Hidden Paradise di Natuna yang belum tayang di televisi. Sengaja didesain untuk kestabilan dan kenyamanan bagi penyuka kano maupun mancing di laut. Model sport dan nelayan juga kita buat,” ujar Rifai.

Dalam mengerjakan Kano Linggi ini, dia dibantu Khaidir yang juga nelayan dan pernah bekerja di pabrik galangan kapal terkenal di Tanjungpinang. Pantangan untuk Kano yaitu tak boleh nabrak karang, sebagaimana kapal atau boat lainnya.

Sumber: batam.tribunnews.com

Filed under: Berita, tanjungpinang, , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: