Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Solusi Macet Sudah Mendesak

Kemacetan yang kian parah di Kota Tanjungpinang menjadi perhatian serius Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Edward Mushalli. Menurutnya, saat ini jumlah kendaraan yang ada di Tanjungpinang dengan kondisi jalan, sudah tidak seimbang lagi. Hal ini seiring dengan laju perkembangan sebuah kota seperti Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang. Setiap saat, jumlah kendaraan bermotor bertambah, sementara kondisi jalan tidak mengalami perubahan. Maka, Edward khawatir bila hal ini tidak segera dicarikan solusi, maka sekitar 2 tahun lagi Tanjungpinang akan seperti Ibu Kota Jakarta, yang macet dimana-mana.kepulauan riau
“Soal kemacetan dan parkir, memang dua hal yang sangat mendesak dicarikan solusinya,” kata Edward di sela-sela upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, kemarin. Di mata Edward kemacetan yang saat ini terjadi di Tanjungpinang, khususnya di kawasan Kota Tua, merupakan persoalan serius yang harus segera dicari solusinya. Meski diakui Edward, untuk mencari solusi itu, memang tidak mudah. Hal ini mengingat luas Kota Tanjungpinang yang kecil, hanya 16 KM persegi.
‘’Sedangkan kegiatan ekonomi kita masih terfokus dan bertumpu di lokasi Kota Lama, yakni Jalan Merdeka, Jalan Pos, Jalan Pasar Baru dan sekitarnya. Nah, dengan jumlah pertambahan kendaraan bermotor yang masuk setiap tahunnya, terjadi ketidakseimbangan dengan ruas jalan yang ada,’’ jelas Edward.
Maka, salah satu solusi yang sedang dipikirkan adalah perlu dilakukan perubahan lokasi bongkar muat mobil boks dan pikap, serta melakukan pengaturan mobil truk yang masuk ke jalan tersebut.
‘’Supaya lima tahun ke depan tidak macet total seperti di Jakarta, maka kita perlu penambahan ruas jalan dan pengaturan area parkir di dalam kota. Ini juga guna menunjang sarana transportasi baik kendaraan pribadi, kendaraan angkutan barang, dan kendaraan umum lainnya,’’ timpal Edward.
Edward juga mengakui bahwa kemacetan yang terjadi saat ini juga disebabkan karena terlalu banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan. Makanya, urusan parkir ini juga jadi masalah sendiri. Saat ini Pemko bekerja sama dengan pihak swasta dan pemilik lahan, agar memberikan peluang untuk membangun area parkir yang memadai.Di jajaran Pemko sendiri, Edward meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, agar dapat meningkatkan koordinasi dan saling bekerja sama menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kota ini.
“Kemacetan ini, kalau tidak ditangani sekarang, bisa-bisa dua atau lima tahun ke depan, kalau kita susun mobil-mobil yang ada di Pinang, mungkin bisa lebih panjang dari pada ruas jalan yang ada,’’ jelas Edward lagi.
Maka, lanjutnya, pemerintah juga akan terus mengkaji, bakal adanya kebijakan membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke Tanjungpinang. Seperti, memberlakukan aturan brand new atau ada solusi lain. ‘’Kita masih menunggu rapat dengan forum pimpinan daerah,’’ pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan, mengakui satu-satunya jalan untuk mengatasi kemacetan di daerah pusat ekonomi seperti Jalan Pos, Jalan Merdeka, Jalan Pasar Baru dan sekitarnya, dibutuhkan area parkir yang luas. Saat ini, kata Suryatati, memang sudah ada pihak swasta yang sedang membangun area parkir. “Swasta telah membangun area parkir di samping Bank Mandiri. Kita harapkan area parkir yang dikelola swasta ini, bisa mengurangi kemacetan. Soalnya, solusi lainnya seperti penataan kota tua, memang belum ada rencana,” paparnya.
Secara terpisah, pengusaha Tanjungpinang, Hengky Suryawan, mengusulkan Kota Lama Tanjungpinang dijadikan objek wisata saja. Untuk menata agar tidak kemacetan, Hengky mengusulkan agar membatasi kendaraan yang masuk ke area yang sudah padat. ‘’Jadi jangan dibongkar, aktivitasnya saja yang dibenahi,’’ usul Hengky.
Hengky yang setiap bulannya mengaku membayar pajak senilai Rp2 miliar ini, juga meminta agar pemerintah memperbaiki jalan-jalan trotoar yang ada supaya penjalan kaki juga merasa aman. Pemerintah juga harus membenahi seluruh ruas-ruas jalan yang difungsikan sebagai tempat jalan kaki.

Sumber: tanjungpinangpos.co.id

Filed under: Berita, Opini, tanjungpinang, , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: