Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Supir Wawako: Saya Tidak Tabrak Dosen

TANJUNGPINANG – Pesan singkat yang beredar di sejumlah ponsel warga terkait kecelakaan terhadap dosen UMRAH, Febriyanti Lestari dan adiknya Rika Anggraeni di Senggarang, 9 Maret silam menimbulkan pertanyaan apakah benar korban ditabrak mobil Wawako Tanjungpinang, Edward Mushalli.
wawakoEko Haryanto, sopir BP 5 T, mobil dinas Wawako akhirnya angkat bicara. “Saya tidak pernah menabrak lari seperti SMS yang beredar di tengah masyarakat. Saat kejadian di dalam mobil ada Pak Wakil Wali Kota dan ajudanya,” kata Eko Haryanto kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (10/4).
Menurut Eko, kejadian terjadi pukul 10.30, mobil yang dikemudikannya melaju dari Senggarang dengan tujuan Tanjungpinang. Sedangkan sepeda motor yang ditumpangi Febriyanti Lestari dan Rika Anggraini meluncur dari Tanjungpinang ke arah Kampus UMRAH.
Di sebuah ruas jalan, sebuah mobil Toyota Kijang berwarna putih berhenti. Rika yang mengemudikan sepeda motor berniat menyalipnya. Namun ia tak mampu mengusai sepeda motornya, kebetulan hari itu sedang turun hujan. Jatuhnya ke arah jalan berlawanan. Sepeda motor korban menyentuh mobil dinas Wawako.
“Bukan BP 5 T yang menabrak, justru motor Rika yang jatuh menyentuh mobil dinas yang saya kemudikan, saat itu berlawanan arah,” tegas Eko.
Febriyanti dan Rika segera ditolong oleh Wawako dan Eko untuk mendapatkan pengobatan di Puskesmas Kampung Bugis. Kemudian Puskesmas Kampung Bugis merujuk pasien ke Rumah Sakit Angkatan Laut.
“Semua biaya yang ada di Rumah Sakit Angkatan Laut mencapai Rp6 juta ditanggung Pemko,” kata Eko.
Eko menambahkan, hingga saat ini pihak keluarga korban sama sekali tidak melapor kalau BP 5 T sudah menabrak lari. “Justru saya sudah dipanggil pihak kepolisian untuk menjelaskan kronologinya,” ujarnya.
Saat diperiksa di Polsek Tanjungpinang, pada tanggal 4 April 2012 lalu, pihak keluarga Febriyanti diwakili Chandra. Dalam pemeriksaan, karena Febriyanti masih di Padang, pihak kepolisian sempat menggunakan ponsel.
“Dalam percakapan antara pihak kepolisian dengan Febriyanti, yang bersangkutan minta masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. Ia mengatakan, siapa yang salah siapa yang benar hanya Tuhan yang tahu,” kata Eko menirukan perkataan Febriyanti. Wawako juga mempersilakan jika pihak keluarga Febriyanti melaporkannya ke polisi.
Beberapa waktu lalu, kejadian ini sempat memunculkan solidaritas di kalangan mahasiswa UMRAH. Mereka melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Wali Kota di Senggarang serta Hotel Comfort yang tengah berlangsung Musrenbang. Mereka menuntut agar Pemko bertanggung jawab terhadap kecelakaan yang menimpa dosen mereka.
Febriyanti kini dirawat di rumah sakit Bersalin Tiara Anggrek, Sumatra Barat.

Sumber: Koran Tanjungpinang Pos

Filed under: Berita, , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: