Edward Mushalli

sebuah dedikasi untuk bapak Drs. H. Edward Mushalli

Wawako Ingin Pelantar Bersih

SENGGARANG- Kota Tanjungpinang bersih warga pun senang. Inilah yang dikatakan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Edward Mushalli, Kamis (12/4) lalu saat memimpin rapat di Kantor Wali Kota, terkait permasalahan kebersihan di Kota Tanjungpinang yang dirasa masih kurang maksimal.
Rapat yang juga dihadiri oleh kepala dinas terkait, seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH), Kantor Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Tanjungpinang, seluruh camat dan lurah. Agenda yang dibahas yakni mengevaluasi kinerja di lapangan dalam usaha mewujudkan Kota Tanjungpinang yang bersih, indah dan tertib menuju kota Adipura.
Edward Mushalli menjelaskan, sebagai ketua tim kebersihan kota Tanjungpinang, dan beberapa hari terakhir ini memantau langsung kondisi kebersihan di lapangan.
Masih ada beberapa titik yang seharusnya menjadi fokus perhatian tim kebersihan namun belum dianggap bersih.
Misalnya, di persimpangan lampu lalu lintas, selaku pengguna jalan raya seharusnya bisa disuguhi pemandangan yang hijau karena saat lampu merah menyala dan semua pengendara kendaraan bermotor berhenti. Saat itu lah tanpa kita sadari kita mengamati keadaan di sekeliling kita.
“Saya lihat masih banyak persimpangan di lampu merah yang kebersihannya masih kurang. Banyak rumput dan tanamannya tidak terawat dengan baik”, kata Edward.
Selain itu, sambung Edward juga harus lebih fokus di lokasi-lokasi strategis, yang menjadi jalan-jalan utama, protokol, arteri hingga jalan-jalan ke pemukiman termasuk ke pelantar, jalan menuju pelabuhan, bandara, jalan pintu masuk dari Tanjunguban, Kijang, bandara dan pelabuhan harus bersih dan hijau. Pelantar memang berada di dalam, namun jika kebersihan sampai ke dalam kota akan tampak lebih indah. Apalagi pelantar memiliki kelebihan dibandingkan permukiman lain, yakni mudahnya membuang sampah di laut jika kurang kesadaran kebersihan.
Untuk bisa mewujudkan Kota Tanjungpinang yang bersih, memang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tapi juga mengharapkan kerja sama dari seluruh tim untuk bisa mengoptimalkan kinerja di lapangan.
Termasuk peran lurah dan camat, partisipasi RT dan RW juga sangat dibutuhkan selaku lini terbawah dalam mengerahkan massa untuk menggalakkan bersih-bersih di lingkungan masing-masing.
“Salah satu upaya kita menyenangkan masyarakat adalah dengan cara menciptakan kota yang bersih, indah dan tertib. Dan hal itu harus kita wujudkan bersama-sama,” tegasnya
Selain itu tambah Edward, mantan ketua KONI Tanjungpinang, menilai selama beberapa hari melakukan pemantauan di lapangan, ada beberapa wilayah yang menurutnya sudah bersih.
Walaupun demikian, bukan berarti usaha kita berhenti disitu saja.
“Beberapa hal yang merusak pandangan harus segera kita bersihkan dan kita tertibkan,” katanya lagi. Salah satu yang merusak pandangan menurut Edward adalah spanduk atau baliho yang sudah habis masa pemasangannya tapi belum diturunkan. Untuk itu, Edward juga mengharapkan dinas-dinas terkait seperti PU, Dishub, serta Satpol PP agar tetap melakukan pengawasan dan penertiban.
“Jika kebersihan dilingkungan kita terjaga dengan baik, bukan tidak mungkin Piala Adipura bisa kita raih lagi,” pungkasnya.

Sumber: Koran Tanjungpinang Pos

Filed under: Berita, Opini, , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: